Obat Kaki Gajah untuk Warga sekitar TPA Bantar Gebang

TEMPO Interaktif, Bekasi:Sekitar 15 ribu warga yang tinggal di sekitar tempat pembuangan akhir (TPA) Bantar Gebang, menerima bantuan obat penyakit kaki gajah (filariasis) dari organisasi kesehatan dunia WHO. Koordinator penangan penyakit kaki gajah dari Puskesmas Bantar Gebang dr. Hari Susilo Paranamaarta Wijaya mengatakan, jenis obat yang dibagikan adalah dietye carbamazepine citrate (DEC), dan albendazole. “Semua obat cacing filaria,” kata Hari kepada Tempo, Kamis (8/5).

Obat-obatan dibagikan sejak Senin lalu karena empat kelurahan di sekitar TPA telah endemik penyakit kaki gajah. Yakni, Kelurahan Bantar Gebang, Cikiwul, Ciketi Udik, dan Kelurahan Sumur Batu.

Empat orang warga dari masing-masing kelurahan telah positif menderita penyakit kaki gajah. Gejalanya, kaki membengkak, demam selama 3-5 hari, radang saluran kelenjar terasa panas.

Menurut Hari, penyakit kaki gajah menular disebabkan infeksi cacing filaria yang ditularkan nyamuk jenis anopheles culex aedes mansonia. Filaria di dalam tubuh manusia tumbuh menjadi larva lalu berkembang jadi cacing dewasa dalam waktu 3-9 bulan. (HAMLUDDIN)