Kalla Minta Pengusaha Dukung Kenaikan Harga BBM
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta kalangan pengusaha mendukung penuh rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada Mei ini. Keputusan menaikkan harga BBM dinilai paling kecil risikonya.
"Memang akan ada kenaikan, misalnya transportasi dan beberapa kebutuhan lain, tetapi bagi masyarakat miskin itu bisa tertutup oleh bantuan langsung tunai (BLT)," ujar Kalla saat meresmikan Gedung Recapital Building Jakarta Sabtu (10/5).
Dengan kenaikan ini, ujar Kalla, bisa menyelamatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2008 supaya tidak jebol. "Kalau tidak naik, defisit bisa mencapai 4 sampai 4,5 persen, karena subsidi BBM bisa Rp 300 triliun," kata Kalla.
Keputusan ini, ujar Kalla, memang sulit. Pemerintah pun sebenarnya tidak mau menaikkan jika tekanan harga minyak mentah dunia tidak begitu besar. "Saya ucapkan terima kasih kepada para pengusaha yang mendukung," ujarnya.
Kalaupun dilakukan penghematan, ujar Kalla, belum bisa menutupi subsidi yang membengkak. Pemerintah juga tidak akan memotong anggaran departemen sekedar untuk mengimbangi gejala tersebut. "Tidak mungkin pembangunan jalan, biaya sekolah dan kesehatan dipotong. Jadi, kalau tak dinaikkan lebih menyusahkan," katanya.
Para pihak yang tidak setuju atau melakukan demonstrasi menentang rencana ini, kata Kalla, termasuk golongan yang setuju subsidi BBM untuk orang-orang kaya. "Karena 80 persennya itu yang konsumsi adalah orang kaya, selebihnya masyarakat miskin itu pun lewat angkutan umum," kata Kalla.
Saat ini, kata Kalla, rata-rata pemerintah memberikan subsidi Rp 6 sampai 8 ribu untuk bensin, solar, dan minyak tanah. "Itulah artinya, kalau tak naik susah semua," kata Kalla.
Negara Indonesia, kata Kalla, negara yang paling tinggi subsidinya. Iran menjual BBM seharga Rp 10 ribu per liter dan itu pun dibatasi. Saudi Arabia memang menjual Rp 2.500 per liter. "Tetapi di Saudi itu jumlah penduduknya 20 juta, di Indonesia 10 kali lipatnya," ujarnya.
Anton Aprianto


