Topik
Infografis
Kepulauan Riau Akan Revitalisasi Tiga Bandara
TEMPO Interaktif, Tanjungpinang:Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan merevitalisasi beberapa bandar udara yang ada di daerahnya, yakni di Kabupaten Lingga, Kabupaten Karimun dan Kota Tanjungpinang. Untuk Bandara Hang Nadim, Batam, dan Natuna belum masuk dalam program tersebut.
Tidak masuknya Bandara Hang Nadim karena bandara tersebut sudah memenuhi syarat sebagai bandara internasional dan fasilitasnya sudah lebih dari cukup. Sedangkan Natuna akan diusulkan pada anggaran tahun 2010.
Untuk merevitalisasi ketiga bandara itu, Pemerintah Kepri membutuhkan dana Rp 113 miliar, yaitu untuk pengembangan Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang, senilai Rp 23 miliar, untuk Bandara Sei Bati, Karimun, senilai Rp 58 miliar dan untuk Bandara Dabo Singkep, Lingga, senilai Rp 31 miliar.
Bandara Raja Haji Fisabilillah akan memperpanjang landasan pacu menjadi 1.500 meter x 45 meter, tower set dan VOR DME. Bandara Sei Bati akan memperpanjang landasan pacu menjadi 900 meter x 33,5 meter dan pengadaan alat-alat penunjang kegiatan lainnya, dan Bandara Dao Singkep akan melakukan pelapisan landasan pacu menjadi 900 meter x lebar 30 meter, perpanjangan taxi way dan membuat pagar pembatas areal pelabuhan.
"Ini untuk menjawab ditetapkannya Batam, Karimun dan Tanjungpinang sebagai zona ekonomi dan pelabuhan bebas," kata Kepala Dinas Perhubungan, Pos dan Telekomunikasi Pemprov Kepri, Azibar, kepada Tempo, hari ini.
Azibar mengatakan tidak hanya fasilitas perhubungan udara yang menjadi perhatian pemerintah daerah. Sebagai daerah kepulauan, sarana dan prasarana laut juga menjadi prioritas.
Rumbadi Dalle