Produsen: Target Penjualan Motor Bakal Tercapai
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Penjualan sepeda motor pada tahun ini diperkirakan akan mencapai target sebesar 5,39 juta unit meski pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak. Kenaikan harga bahan bakar maksimal 30 persen dinilai kalangan produsen masih realistis. "Perkiraan kami, total pasar sepeda motor pada 2008 5-5,5 juta unit," ujar Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor Johannes Loman, Rabu (14/5).
Berdasarkan data yang diperoleh Tempo selama Januari-April tahun ini penjualan sepeda motor mencapai hampir dua juta unit. Jika dibandingkan periode sama tahun lalu, volume penjualan selama empat bulan naik sekitar 40 persen.
Menurut Loman, kendaraan roda dua dianggap sebagai alat transportasi termurah oleh masyarakat. Penjualan juga didorong membaiknya lembaga pembiayaan yang meberikan pembelian secara kredit.
Dia mengatakan, kondisi kenaikan harga bahan bakar tahun ini jauh berbeda pada 2005. Saat itu kenaikan harga bahan bakar mencapai 126 persen dan kondisi lembaga pembiayaan sulit memberikan kredit akibat tingginya suku bunga. Loman mengakui, setiap kenaikan harga bahan bakar akan menurunkan daya beli masyarakat. "Namun, karena sepeda motor merupakan kebutuhan transportasi primer, pasti akan dibeli masyarakat," katanya.
Loman memperkirakan penjualan sepeda motor Honda pada Mei tak akan berbeda dengan bulan sebelumnya. Rata-rata produsen motor tersebut menjual sekitar 250 ribu unit per bulan. Menurut dia, pembeli motor berbeda dengan mobil. "Mobil ada unsur spekulasinya, sedangkan pembeli motor karena karena butuh," ujarnya.
Manajemen Honda, kata Loman, tidak mengubah target penjualan tahun ini yakni 2,4-2,6 juta unit. "Target pangsa pasar Honda tetap 45-50 persen, walaupun yakin 47 persen pun dapat tercapai," tuturnya.
Honda juga belum memutuskan akan mempertahankan atau menaikkan harga jual produk setelah pengumuman kenaikan harga bahan bakar minyak. "Masih dikalkulasi. Tapi kalau harga material terus bertahan, harga jual dapat dikoreksi antara 1-3 persen. Untuk suku cadang (spare part) juga begitu," ucapnya.
Manajer Umum PT Yamaha Motor Kencana Indonesia Bambang Asmara Budi tidak mengubah target penjualan motor tahun ini. "Target kami tetap 2,4 juta unit atau 41 persen dari total pasar," ujarnya.
Menurut dia, Yamaha tetap optimistis target penjualan akan tercapai karena stok barang pada saat ini masih lebih kecil dibanding permintaan pasar. "Jadi tidak perlu diskon khusus, pasar akan tetap baik," kata Bambang.
RR ARIYANI
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Kini Senjata Api Rakitan Bisa Dibuat dari Plastik
- Kasus Potong 'Burung' Tak Hanya di Tangerang
- Kakek 80 Tahun Sukses Taklukkan Everest
- Abah Landoeng, Kakek Relawan Anti-Korupsi
- Inilah Skuad Belanda untuk Hadapi Indonesia
- Kak Seto: Darin Mumtazah Harus Diperlakukan Khusus
- Kasus Blok A, Ahok Tak Gentar Hadapi Djan Faridz
Berita Utama Bisnis
- Sri Mulyani Masuk 100 Wanita Berpengaruh Forbes
- DPR Minta Konstruksi Terowongan Freeport Diaudit
- Impor Mesin Domestik Sulit Ditekan
- Indonesia Butuh 2 Kawasan Industri Aviasi Terpadu
- Pemerintah Ajukan Dana BLSM Rp 11,6 Triliun
- 22 Bank Dilibatkan dalam Program Pembiayaan Rumah
- Dua Jurus Chatib Basri Meredam Inflasi













