116 Titik Api Terpantau di Sumatera Selatan
TEMPO Interaktif, Palembang:Berdasarkan pantauan dari dua satelit, Terra dan Aqua, terdeteksi sekitar 116 titik api di Sumatera Selatan sampai bulan Mei ini. Jumlah titik api ini berdasarkan bulan, yaitu Januari 13 titik, Februari 4 titik, Maret 15 titik dan April 32 titik.
”Sampai tanggal 13 Mei sudah terdeteksi sekitar 37 titik api,” kata Solichin dari Lembaga Sumatera Forest Fire Management Projeck (SFFMP), Kamis (15/5). Masing-masing 15 titik di Musibanyuasin, 5 di Muaraenim, 4 di OKU, 3 titik di Banyuasin dan Prabumulih, 2 titik di Empat Lawang, dan 1 titik di Lahat, Musi Rawas, dan OKI.
Titik api ini meningkat dibanding tahun lalu di bulan yang sama, yang terdeteksi hanya 30 titik api.
Titik api diprediksi akan terus bertambah mengingat bulan Juni, Juli sampai Agustus memasuki musim kemarau. Dari pantauan SFFMP, faktor manusia menjadi penyebab utama kebakaran hutan tersebut. Jika titik api menyebar di beberapa titik dan tidak berjauhan bisa dipastikan itu pembukaan lahan.
”Tidak hanya di Sumsel, kebiasan membuka lahan dengan membakar sudah menjadi kebiasan masyarakat Indonesia,” ujar Solichin. Sampai saat ini belum terdeketsi lahan gambur terbakar, sebab permukaan air masih tinggi sehingga akar gambut masih basah.
Selain itu, dari pantauan El Nino, sejauh ini diprediksi akan netral, yang berarti kemarau tidak begitu panjang.
”Tapi kalau tiga bulan ke depan El Nino strong, maka kemarau akan makin panjang Oktober dan tidak menutup kemungkinan kebakaran hutan akan kerap terjadi,” ujar Solichin.
ARIF ARDIANSYAH