Pasar Saham Tersandung Harga Minyak dan Inflasi
TEMPO Interaktif, New York:Perdagangan saham di Wall Street pada Selasa (20/5) waktu setempat tersandung harga minyak yang menyentuh rekor baru diatas level US$ 129 per barrel dan kekhawatiran investor terhadap melemahnya belanja konsumen akibat inflasi. Bursa Dow Jones jatuh hampir 200 poin.
Harga minyak mentah kembali melonjak pasca Presiden OPEC menyatakan organisasi negara pengekspor minyak itu tidak akan meningkatkan output sampai September. Akibatnya, minyak mentah jenis light, sweet di New York Mercantile Exchange sempat diperdagangkan pada harga US$ 129,6 per barrel sebelum ditutup pada harga US$ 129,07 per barrel.
Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat melaporkan bahwa naiknya harga bahan bakar dan makanan bisa berdampak hingga ke berbagai sektor ekonomi. Dalam laporan itu disebutkan, Inflasi naik hingga 0,2 persen pada April 2008.
Investor pun khawatir inflasi itu mempengaruhi daya beli masyakat karena semua harga barang naik.
Indeks Dow Jones jatuh 199,48 poin atau 1,53 persen menjadi 12.828,68. Indeks The Standard & Poor's 500 tergelincir 13,23 poin atau 0,93 persen menjadi 1.413,4, dan indeks Nasdaq jatuh 23,83 atau 0,95 persen menjadi 2.492,26.
Kejatuhan indeks harga saham gabungan juga terjadi di bursa-bursa utama dunia. Indeks Nikkei Jepang turun 0,77 persen, Indeks FTSE London jatuh 2,90 persen, DAX Frankfurt turun 1,49 persen, dan CAC 40 Paris turun 1,7 persen.
AP | Eko Nopiansyah
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Berita Utama Bisnis
- Pembangunan Tol Gempol-Pasuruan Dimulai
- Kabar Coronavirus Belum Pengaruhi Perjalanan Umroh
- Pengusaha Mebel Ingin Kepastian Harga BBM
- SBY Masih Rahasiakan Soal Menteri Keuangan Baru
- Pasar Kosmetik Ditargetkan Tembus Rp 11 Triliun
- Hatta Tanda Tangani Surat Pemberhentian Oknum Pajak
- ASEI Raih Peringkat BBB- Dari Fitch Ratings














