Topik
Rizal Ramli Bantah Tunggangi Aksi Demonstrasi
TEMPO Interaktif, Jakarta:Mantan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Rizal Ramli membantah ikut menunggangi aksi demonstrasi menolak rencana pemerintah menaikan harga bahan bakar minya (BBM). Ia menganggap aksi tersebut murni suara rakyat. "Rakyat punya hati yang sama. Ini (aksi) kesepakatan hati," ujarnya kepada wartawan, Kamis (22/5).
Menurut Rizal, alternatif itu antara lain pemerintah harus mampu melakukan negoisasi pembayaran utang dan menghentikan subsidi kepada bank-bank yang mendapatkan pinjaman saat krisis ekonomi di awal reformasi. "Subsidi ke bank-bank rekap itu sebesar Rp 35 triliun, itu hanya untuk membayar bunga utangnya," katanya.
Rizal menilai keputusan menaikan harga BBM adalah tidak tepat. "Pemerintah tidak bijaksana, rakyat sudah babak belur karena harga-harga kebutuhan masyarakat naik," ujarnya.
Program bantuan langsung tunai juga tak lepas dari sorotan Rizal. Ia menilai program tersebut lebih banyak pertimbangan politik daripada ekonomi. Menurutnya jika menggunakan pertimbangan ekonomi, anggaran BLT sebesar Rp 14 triliun lebih baik digunakan untuk membangun infrastruktur masyarakat seperti irigasi dan jalan. "Nilai ekonominya bisa empat kali lebih besar," katanya.
AKBAR TRI KURNIAWAN