Topik
Polisi Sangsi Budi Dharma Terkena Peluru Karet
TEMPO Interaktif, Jakarta:Polisi menyangsikan Budi Dharma, mahasiswa pengunjuk rasa di gedung DPR kemarin, terkena peluru karet. Sebab, polisi yang mengamankan unjuk rasa itu tak dibekali senjata.
"Setelah diadakan pengecekan kembali tidak ada satu anggotapun yang bertugas dalam pengamanan tersebut membawa senjata api, baik peluru tajam, hampa, atau karet," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira di Markas Besar Polri, Kamis (22/5).
Sebelumnya mahasiswa melakukan unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak di gedung DPR. Dalam aksi itu diberitakan Budi Dharma terkena peluru karet hingga menderita luka berat.
Abubakar mengatakan aparat yang diturunkan saat itu adalah polisi wanita dan pengendalian massa dengan tangan kosong. Polisi pun tak menemukan selongsong peluru karet di lokasi kejadian.
Dia menambahkan, saat itu polisi sempat mengikuti korban yang hendak dibawa ke rumah sakit Pelni, Petamburan, Jakarta Pusat. Korban, kata dia, sempat salat di musholla rumah sakit sebelum diperiksa.
Dari keterangan dokter, Budi hanya menderita luka memar di rusuk bagian kiri dan sudah diperbolehkan pulang. Hingga saat ini polisi masih mengkonfirmasi penyebab luka memar tersebut. "Kami juga masih mengecek apa betul ada letusan, tapi yang jelas dari anggota kami tidak ada," ujarnya. Desy Pakpahan