Kenaikan Harga Bahan Bakar Dorong Investasi

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menilai rencana kenaikan harga bahan bakar minyak akan positif mempengaruhi minat para penanam modal merealisasikan rencana investasi. Kenaikan harga bahan bakar dinilai sebagai sinyal stabilisasi makroekonomi. "Inflasi bisa lebih stabil dan suku bunga tidak harus meningkat cukup tinggi di masa datang," ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Kamis (22/5).

Mari memperkirakan, pertumbuhan investasi tahun ini minimal sama dengan tahun lalu. "Kami harapkan bisa lebih tinggi. Apalagi jika infrastruktur dan reformasi birokrasi jalan," katanya. Pertumbuhan realisasi investasi asing dan dalam negeri tahun lalu dibanding tahun sebelumnya masing-masing tercatat 73,2 persen dan 67,8 persen. Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal, realisasi investasi asing dan lokal tahun lalu masing-masing sebesar US$ 10,35 miliar dan Rp 34,9 triliun.

Dia memperkirakan dengan dampak positif kenaikan bahan bakar tidak akan mengubah pola investasi dalam dua tahun belakangan ini. Beberapa sektor yang tumbuh pesat investasinya adalah otomotif, kertas dan pulp, serta beberapa industri pengolahan. Menurut Mari, adanya pengalihan industri dari Cina ke negara lain harus segera dimanfaatkan untuk menarik investasi di Indonesia.

RR ARIYANI