90 Persen Industri di Tangerang Gunakan Air Bawah Tanah
Topik
TEMPO Interaktif, Tangerang:
Sekitar 90 persen dari 4.008 industri di Kabupaten Tangerang saat ini memakai air bawah tanah dengan menggunakan sumur bor.
Pengambilan air secara besar-besaran dan tidak terkendali itulah yang diduga menjadi penyebab merosotnya kuantitas dan kualitas air di wilayah Kabupaten Tangerang.
"Pengawasan yang sulit menyebabkan maraknya industri menggunakan air tanah," ujar Ujang Sudiartono, Kepala Seksi Air Bersih Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang, Kamis (22/5).
Menurut Ujang, hampir sebagian besar industri itu berada di wilayah Tangerang tengah seperti Cikupa, Balaraja, Pasar Kemis, Curug, Tigaraksa dan Legok. "Penggunaan air tanah sudah tidak sesuai dengan kapasitas," katanya. Menurut dia, jika hal ini terus dibiarkan akan mengancam kelangsungan kelestarian air bersih diwilayah itu.
Ujang mengakui pengawasan yang kurang membuat para pelaku industri itu merajalela menggunakan air tanah. Padahal, industri tidak diperbolehkan menggunakan air tanah selama masih ada air dari Perusahaan Air Minum Daerah. "Tapi nyatanya, mereka masih menggunakan air sumur sebagai bahan produksi meski hanya sebagai cadangan," katanya.
Joniansyah
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Berita Utama Metro
- Ahok Bahas Kenaikan Bayaran Guru Honorer
- Cegah Banjir, Wali Kota Jaksel Andalkan 5 Waduk
- Kamis Ini, Komnas HAM Panggil Jokowi
- Tarif Parsial Kereta Commuter Berlaku 1 Juni
- Pedagang Stasiun UI Ancam Tutup Jalur Kereta
- Sterilisasi Stasiun Ditargetkan Tuntas Pekan Depan
- Lalu Lintas Kereta Naik, Underpass Perlu Ditambah













