Isu Poligami di Malaysia
TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur:Seorang anggota independen di Parlemen Malaysia Ibrahim Ali, Rabu (23/5), mendesak agar perempuan di sana bersedia menerima poligami. Dia beralasan poligami justru memperkecil masalah perkawinan dan mencegah rata-rata angka perceraian di Negeri Jiran itu.
"Masalah-masalah [rumah tangga dan perceraian] itu muncul karena perempuan tak bisa menerima poligami," kata Ibarhim seperti dikutip harian The Star. Anggota Komisi Etika Muslim di parlemen itu mengatakan bahwa perempuan yang hamil dan perempuan yang memasuki usia 50 tak paham keinginan lelaki.
"Mereka terkadang tak paham pria masih ingin bersenang-senang," katanya. Di Malaysia pria muslim diizinkan untuk memiliki lima istri. Cuma aktivis perempuan di sana mengatakan poligami kejam dan sejatinya bertentangan dengan tujuan Islam yang ingin melindungi para janda dan anak yatim.
| AFP | DRE
Komentar (3)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Inilah Skuad Belanda untuk Hadapi Indonesia
- Kak Seto: Darin Mumtazah Harus Diperlakukan Khusus
- Kasus Blok A, Ahok Tak Gentar Hadapi Djan Faridz
- Pembunuh Tentara Dituntut 14 Tahun 6 Bulan Penjara
- Dua Kakek Bersaing Menjadi Pendaki Everest Tertua
- Gita Wirjawan Rajin ke Daerah, Bekal Nyapres?
- FOTO Toyota Alphard Milik Luthfi Hasan Ishaaq
Berita Utama Dunia
- Pemilu Iran, Rafsanjani dan Mashaei Dilarang Ikut
- Pemenang Lotere Rp 5,7 Triliun Masih Misterius
- Rekaman Paus Berdoa Usir Setan Dibantah Vatikan
- Hukuman Rios Montt Dimentahkan Pengadilan Tinggi
- 10 WNI Selamat dari Amukan Tornado di Oklahoma
- Tornado Oklahoma Baru 'Pemanasan' Saja
- Tornado di Oklahoma Mirip Film 'Twister'














