Semeru Siaga, Pendakian Hanya Sampai Kalimati

TEMPO Interaktif, BANDUNG:Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menaikkan status gunung Semeru dari Waspada menjadi Siaga. Peningkatan status itu per 21 Mei lalu. “Sebelumnya gunung itu memuntahkan abu vulkanik dan guguran awan panas,” kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Alam. Surono di Bandung, Jumat (23/5).

Menyusul peningkatan status itu, menurut Surono, pihaknya sudah meminta pengelola wisata Bromo, Tengger, Semeru untuk membatasi pendakian sampai batas Kalimati. Kondisi ini, untuk mencegah situasi yang tidak diinginkan.

Surono menegaskan, letusan yang diikuti awan panas sudah terpantau sejak 15 Mei lalu. Letusan itu meluncur sejauh 2.500 meter ke arah tenggara puncak gunung itu. Sejak hari itu hampir setiap hari luncuran awan panas terjadi. Hingga pada 21 Mei sempat terjadi 6 kali luncuran awan panas dan menjangkau jarak 4 kilometer menjangkau Sungai Besuk Bang. Pada hari itu juga PVMBG menaikkan status gunung itu menjadi Siaga pada pukul 20.00 WIB.

Demi menghindari jatuhnya korban akibat awan panas itu, kata Surono, pihaknya menutup radius 4 kilometer dari Puncak Mahameru. Terutama, arah tenggara kawah Gunung Semeru yakni di lintasan Sungai Besuk Kobokan, Sungai Besuk Bang, Sungai Besuk Sat, dan Sungai Besuk Kembar.

Meski belum menjangkau permukiman penduduk, ia menutup sementara aktivitas penambang pasir di seputaran kawah gunung itu. Terutama, di Dusun Supit dan Dusun Rowo Baung, Desa Pronojiwo di tenggara gunung itu. ”Kita belum perlu memberlakukan evakuasi,” kata Surono.

Surono mengatakan, peningkatan status gunung itu menjadi Waspada (Level III) terakhir diberlakukan pada 2002 lalu. Sejak itu, paparnya, aktivitas gunung itu belum pernah dinaikkan menjadi Level III, hingga saat ini. ”Sepertinya gunung itu sudah memasuki periode letusannya, yakni antara 5 tahun sampai 6 tahun,” katanya.

Ahmad Fikri