Penyerangan ke Kampus Unas Dikecam
TEMPO Interaktif, Jakarta: Solidaritas Aksi Mahasiswa dan Masyarakat Menolak Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak dalam pernyataan sikapnya hari ini (25/5) mengutuk keras aksi kekerasan dan penyerangan aparat kepolisian terhadap mahasiswa Universitas Nasional dan di daerah lain seperti di Makassar, dan Yogjakarta.
"Tindakan polisi tidak beda dengan tindakan represif orde baru," kata Koordinator Solidaritas Aksi Munif di Restoran Handayani Prima, Matraman, Jakarta Timur. Akibat penyerangan tersebut, lebih dari 100 mahasiswa ditahan dan 50 mengalami luka-luka.
Koalisi ini terdiri dari Federasi Serikat Pekerja Badan Usaha Milik Negara (FSP BUMN), Himpunan Mahasiswa Indonesia, Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi, LRHI, Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara, SATRIA, dan IE Watch.
Munif juga menyayangkan rekayasa penemuan granat dan narkoba oleh polisi. Dalam tes urine, polisi sebelumnya menyatakan 55 mahasiswa yang tertangkap terindikasi menggunakan narkoba. "Kapolri harus bertanggung jawab dan mundur," katanya.
Koalisi ini mendesak agar Komisi Nasional Hak Asasi Manusia segera menggusut tindak kekerasan yang dilakukan polisi terhadap mahasiswa. "Ini jelas melanggar HAM," katanya. Padahal, menurut Munif, aksi mahasiswa murni memperjuangkan suara rakyat menolak kenaikan harga BBM.(Sofian)
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Berita Utama Metro
- Lagi, Kampung Pulo Terendam Banjir 2 Meter
- Polisi Tangkap Pengedar Uang Palsu di Jatinegara
- Pendaki Asal Depok Meninggal di Puncak Arjuna
- Warga Ingin Terlibat Normalisasi Waduk Pluit
- Pembongkaran Bangunan di Waduk Pluit Mulai Pagi
- Layani Pasien KJS, Rumah Sakit Pemerintah Nombok
- Hujan Deras, Beberapa Titik di Jakarta Tergenang














