Dalam Bayangan Hantu Cedera
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta: Perjuangan heroik pemain-pemain Swiss pada Piala Dunia 2006 masih tergambar jelas dalam ingatan para pendukungnya. Mereka berharap sukses menembus babak perdelapan final itu menjadi modal semangat meraih sukses di Euro 2008, apalagi sekarang menjadi tuan rumah.
Di Jerman 2006, secara mengejutkan Swiss mampu melampaui perolehan poin Prancis pada babak grup. Tim asuhan Jakob Kuhn itu keluar sebagai juara grup. Sayangnya, pada perdelapan final, Nati--julukan Swiss--ditundukkan Ukraina. Itu pun melalui adu penalti.
Sejatinya, Swiss pernah memiliki prestasi hebat pada masa lalu, yaitu saat tiga kali menembus perempat final Piala Dunia (1934, 1938, dan 1954). Tapi itu sudah terlalu lama. Masyarakat Negeri Pembuat Jam itu merindukan prestasi lebih gemilang.
Di pundak pelatih Kuhn, 64 tahun, beban itu ditimpakan. Federasi Sepak Bola Swiss menyerahkan tampuk kepelatihan pada 2001 dengan tugas yang jelas: berprestasi di Euro 2008. Sedikit demi sedikit Kuhn membangun timnya.
Meski tak bisa dibilang bagus, Lolos ke putaran final dengan status tuan rumah, Swiss kehilangan suasana kompetisi karena tak ikut kualifikasi. Kuhn menutupinya dengan melakukan uji coba melawan tim-tim kuat.
Meski tak bisa dibilang jelek, hasil serangkaian uji coba itu juga tak terlalu memuaskan. Dari 17 kali uji coba, Swiss kalah sembilan kali, termasuk empat kekalahan pada uji coba terakhir: melawan Amerika Serikat, Nigeria, Inggris, dan Jerman.
Mereka juga meraih tujuh kali kemenangan, termasuk menekuk Belanda 2-1 pada Agustus lalu. Kemenangan-kemenangan lain diraih dari tim-tim sekelas Liechtenstein, Kosta Rika, dan Austria.
"Kami harus melupakan hasil-hasil buruk di belakang dan menatap pertandingan berikutnya," kata Kuhn. "Saya tak bisa bilang penampilan kami kian baik, tapi saya memang tak bisa melakukan yang lebih baik dari ini."
Gelandang serang Tranquillo Barnetta punya pandangan lain. "Cuma satu-dua pemain kami yang bermain baik, kami belum pernah bermain baik sebagai tim," kata pemain dari klub Bayer Leverkusen itu.
Di luar itu, Kuhn juga dipusingkan dengan masalah cedera. Playmaker Xavier Margairaz tak masuk skuad karena cedera jaringan ikat lutut. Stopper Patrick Mueller juga sempat mengalami cedera serupa.
Bek kanan David Degen yang cedera terpaksa digantikan oleh saudara kembarnya, Philipp Degen. Beberapa pemain lain juga berganti-ganti masuk ruang rehabilitasi: Johan Djorou, Blerim Dzemaili, dan Johan Vonlanthen
AFP | ANDY M












