Faktor Cassano
Topik
TEMPO Interaktif, Florence:
<-- Tim nasional Italia sudah memulai latihan untuk menghadapi Euro 2008 di Coverciano, Italia, sejak Ahad lalu. Proses latihan pun lebih saksama dicermati pers karena kehadiran Antonio Cassano di dalam tim.
Pemain Real Madrid yang tengah dipinjamkan ke Sampdoria itu memang jadi pilihan kontroversial yang dibuat pelatih Italia, Roberto Donadoni. Penyerang berusia 25 tahun itu dikenal bermasalah karena tak bisa mengontrol temperamennya. Namun, Donadoni tetap lebih memilih dia dibanding Filippo Inzaghi.
Donadoni tampaknya sadar soal perhatian berlebihan yang ditujukan kepada Cassano dan dia mengaku tak terlalu gembira dengan hal itu. "Antonio Cassano sama seperti pemain lain. Jangan membuat dia seperti seorang alien," katanya.
Dengan sorotan yang begitu intensif untuknya, Cassano pun kini tak lagi memiliki ruang untuk membuat kesalahan. Menurut Donadoni, pemain itu sudah berjanji untuk tak mengecewakannya. "Tapi saya katakan, dia justru harus lebih banyak mendengar daripada bicara," katanya. "Dia hanyalah pemain berusia 25 tahun. Tapi, setelah mendapat skorsing berat di Seri A, dia akan mengerti betul situasi yang dihadapinya."
Skorsing yang disebut Donadoni adalah hukuman larangan bermain dalam lima pertandingan yang dijatuhkan kepada pemain ini pada Maret lalu setelah dia melempar kaus kepada wasit. Tindakan tak terpuji itu menjadi cela bagi kecemerlangan Cassano musim ini: mampu menceploskan 10 gol dalam 22 laga bersama Sampdoria.
Sampdoria, klub papan tengah Seri A Liga Italia, memang telah menjadi tempat kebangkitan Cassano setelah mengalami masa sulit di Real Madrid. Musim lalu di klub Spanyol itu dia lebih banyak berselisih dengan pelatih Fabio Capello dan hanya menyumbang 2 gol dalam 19 laga yang diikutinya.
Namun, terlepas dari tingkahnya yang temperamental, Cassano memang dikenal sebagai salah satu pemain berbakat yang dimiliki Italia. Dia menorehkan namanya bersama AS Roma, yang diperkuatnya selama enam tahun.
Cassano sebelumnya sudah 10 kali memperkuat Italia dan menyumbang 3 gol. Dia absen di tim Azzurri dalam dua tahun terakhir, termasuk saat Italia merebut trofi Piala Dunia 2006. Namun, kini Donadoni memberinya kesempatan kembali.
Menurut bek Italia, Gianluca Zambrotta, tak ada penolakan dari para pemain lain terhadap Cassano. "Kami para veteran menyambutnya dengan terbuka, tak ada masalah. Dia juga tak akan butuh nasihat atau pengasuh. Kita tidak sedang bicara soal anak berusia 16 tahun," katanya.
Zambrotta mengaku tak terkejut melihat Cassano dipanggil. "Dia baru saja mengalami musim yang hebat. Dia juga lebih matang sejak Euro 2004. Mari berharap dia memberi tambahan kualitas dan mengantar kami menang."
Kiper Gianluigi Buffon juga berharap Cassano diberi ruang untuk bergerak bebas. "Jangan memberi tekanan buatnya. Dia akan menjadi hal hebat," katanya.
Italia saat ini diperkuat 24 pemain. Masih ada satu pemain yang akan dicoret. Tapi, di tengah sorotan tajam untuknya, Cassano diprediksi akan tetap selamat. Dia justru dianggap berpeluang menyisihkan Antonio Di Natale di posisi sayap kiri. Pemain yang akan dicoret diduga akan berasal dari sektor gelandang dengan Riccardo Montolivo dan Alberto Aquilani sebagai kandidat utama.
Sebelum berlaga di Grup C putaran final nanti, Italia masih akan melakukan uji coba terakhir melawan Belgia pada 30 Mei nanti di Florence.AFP | AP | NURDIN
Jejak Kontroversi
Nama Antonio Cassano menjadi sebuah terminologi baru di bidang sepak bola: Cassanata. Istilah yang diperkenalkan Fabio Capello pada November 2002 itu merujuk pada sikap pemain yang tak sejalan dengan spirit tim. Cassano memang memiliki jejak kontroversial sepanjang kariernya. Inilah di antaranya:
AS Roma (2001-2006)
Dia selalu bentrok dengan hampir tiap pelatih yang menangani klub Italia ini: Capello, Rudi Voeller, Luigi Del Neri, dan Luciano Spalletti. Pada final Coppa Italia 2003 melawan AC Milan, dia tak terima dikeluarkan wasit lalu menunjukkan sikap menghina saat meninggalkan lapangan. Saat dibeli Real Madrid, dia meninggalkan Roma tanpa mengucapkan perpisahan kepada rekan setimnya.
Real Madrid (2006/2007)
Dia dikenal sebagai "anak nakal". Dia dianggap kerap menunjukkan sikap antisosial. Dia pernah didenda klub karena kelebihan berat badan. Hubungannya dengan pers pun sangat buruk sehingga dia pernah lompat jendela dari ruang ganti demi menghindari wartawan.
Sampdoria (2007)
Pada Maret lalu, dia melemparkan kausnya kepada wasit yang memberikan katru merah buatnya. Dia pun mendapat hukuman skorsing lima pertandingan karena ulahnya itu.












