SMS Berisi Teror Kerusuhan Jangan Ditanggapi
TEMPO Interaktif, Jakarta:Di tengah maraknya demo mahasiswa di Jakarta lebih dari sepekan ini, rupanya ada pihak lain yang mencoba memanfaatkan situasi ini.
Salah satunya dengan menyebarkan teror melalui pesan singkat (SMS) yang mengatakan akan ada kerusuhan lebih besar dari yang terjadi pada 1998. Teror ini dikhawatirkan membuat panik masyarakat, terutama masyarakat keturunan cina yang tahun 1998 banyak menjadi korban kerusuhan.
Namun, ternyata teror sms ini ditanggapi dingin oleh beberapa warga keturunan Tionghoa yang ditemui Tempo hari ini, Kamis (29/5).
Salah satunya Merry (28), warga Kembangan, Jakarta Barat. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak menanggapi sms tersebut. Merry memang tidak menerima salinan pesan tersebut di telepon selulernya, tapi dia mendengar dari temannya yang menerima pesan tersebut.
"Itu kan SMS nggak jelas sumbernya, jangan terlalu ditanggapi," ujarnya.
Walaupun demikian, Merry mengaku sempat khawatir juga melihat demo mahasiswa yang berakhir dengan bentrokan atau kekisruhan.
Namun, hal tersebut tidak sampai membuatnya panik hingga akan meninggalkan Jakarta ataupun Indonesia. "Mudah-mudahan tidak terulang lagi peristiwa dulu," ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala Kepolisian Resort Metropolitan Jakarta Barat, Komisaris Besar Iza Fadri. Iza mengatakan seharusnya masyarakat tidak menanggapi mengenai sms teror tersebut. "Namanya juga teror, jangan ditanggapi," ujarnya saat dihubungi Tempo, Kamis (29/5).
Iza juga mengatakan sebaiknya masyarakat yang menerima sms tersebut, jika memiliki pulsa jangan ikut mengirimkan ke teman-temannya yang lain. "SMS jangan disebarkan lagi, ini cara memutuskan rantainya. SMS iseng saja itu," ujarnya.
Sampai saat ini, Iza menuturkan tidak ada warga di wilayah Jakarta Barat terutama warga keturunan Cina meminta bantuan pengamanan ekstra dari kepolisian terkait isu kerusuhan. "Belum ada yang lapor. Kalau terima jangan ditanggapi. Jangan panik dan jangan dibesar-besarkan juga," katanya.
Pihak Kepolisian di Kotamadya Jakarta Barat, menurut Iza, juga tidak akan melakukan tindakan pengamanan yang sangat ekstra ketat perihal isu kerusuhan tersebut. "Tidak akan kami tanggapi isu tersebut. Saya rasa kerusuhan tidak akan terjadi. Kondisinya berbeda dari tahun 1998. Presidennya saja dipilih langsung rakyat," ucapnya.
Mengenai demo mahasiswa yang sepekan terakhir ini memicu kerusuhan, Iza mengatakan tidak akan melakukan penjagaan yang berlebihan di lokasi-lokasi kampus yang ada di wilayah Jakarta Barat. "Silakan berunjuk rasa. Sejauh unjuk rasa dengan damai, silakan saja," ujarnya.
Iza berharap kepada masyarakat agar tidak menanggapi mengenai sms teror kerusuhan yang saat ini menyebar di masyarakat. "Untuk media juga, jangan diperbesar masalah teror sms ini," ujarnya. Rika Panda-TNR
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Pengacara PKS Bungkam Soal Pelat Nomor Palsu
- Dahlan Iskan Semangati 10 Ribu Guru di Bogor
- Karena Cantik, Wanita ini Tidak Bisa Bekerja
- Wapres Barcelona: Mourinho Itu Momok bagi Spanyol
- Jokowi: Siapa Saya, Kok Dibikinin Film?
- Dugaan Korupsi Rp 700 Miliar, Menteri Nuh: Saya Pelajari
- Awak Pesawat Amerika Diizinkan Menginap di Aceh
Berita Utama Metro
- Jaksa Terima Suap, Kejari Depok: Sesuai Prosedur
- Layani KJS, RS Puri Medika Malah Rugi 30 Persen
- Empat Bangunan Usaha Dibongkar
- Lagi, Kampung Pulo Terendam Banjir 2 Meter
- Polisi Tangkap Pengedar Uang Palsu di Jatinegara
- Pendaki Asal Depok Meninggal di Puncak Arjuna
- Warga Ingin Terlibat Normalisasi Waduk Pluit














