Bila Telur Berdansa
TEMPO Interaktif, Jakarta: Empat tahun terakhir, Sony Corp. mencoba mengembalikan posisinya ke puncak bisnis alat pemutar musik. Salah satu wujudnya adalah meluncurkan pemutar musik berwujud unik: sebutir telur.
Inilah Rolly, si robot telur yang bisa berdansa, berputar, dan mengibas-ngibaskan "sayap"-nya mengikuti irama. Rolly yang dibanderol US$ 399 itu berukuran sedikit lebih besar daripada sebutir telur angsa.
Rolly dililit sepasang rel atau roda dari karet yang besar. Dengan rel inilah Rolly menggelinding. Ujung Rolly bisa diputar dengan mudah dan bila penutup pada tiap ujung dibuka akan memperlihatkan speaker.
Rolly dapat menerima pasokan lagu secara nirkabel dari perangkat lain yang mengandung Bluetooth. Lagu-lagu pun bisa disalin dari komputer pribadi.
Sangat mudah membuat Rolly berputar. Dengan beberapa klik pada tombol pusat, Rolly akan langsung beraksi, diiringi lagu Girlfriend-nya Avril Lavigne. Ini adalah salah satu lagu pre-load yang disediakan Sony pada alat itu.
Dengan tubuh mungil dan dapat memancarkan cahaya serta mengubah warna tubuhnya, penampilan Rolly memang menghibur. Namun, bila ingin dijadikan sumber hiburan utama, Rolly tak terlalu bertenaga.
Kualitas sound-nya tampak sebanding dengan ukuran tubuhnya. Lagi pula ia potensial terinjak oleh mereka yang tak awas karena ukurannya itu.
Minimnya pengontrol tradisional juga menjadi kendala tersendiri yang tak terbiasa. Telur ini memang mesti ditangani dengan cara yang lain daripada yang lain.
Untuk mengatur volume musik, misalnya, Rolly mesti diputar-putar pada sebuah permukaan yang rata. Cara lain, salah satu satu rodanya di putar dengan menahan yang lain.
Track lagu juga bisa diganti-ganti dengan memutar Rolly maju atau mundur. Atau boleh memilih cara seperti volume, memutar salah satu roda sambil menahan yang lain.
Problem lain, bila bagian ujung yang seperti sayap itu dikepakkan, suara akan terganggu. Barangkali membuatnya diam saja adalah solusi terbaik. Hanya, dalam posisi seperti itu Rolly akan sama membosankannya dengan speaker komputer. Selain itu, tak ada jack untuk headphone.
Rolly, yang mendukung format musik digital MP3 dan AAC yang bebas teknologi proteksi, memiliki memori 2 gigabita yang tak bisa diekspansi. Sungguh terbatas.
Persoalan-persoalan tersebut bolehlah dikesampingkan dulu. Sebab, Rolly ternyata bisa diatur agar pintar. Telur-teluran ini memiliki software bernama Rolly Choreography.
Dengan fitur itu, pengguna dapat mendesain gerak tarian Rolly sesuai dengan jenis lagu yang disalin ke dalam pemutar musik tersebut. Gerakan itu bahkan bisa diedit lagi sesuka hati.
Sebagai tambahan, software memiliki link menuju halaman Rolly di situs resmi Sony. Di halaman web ini, pengguna bisa berkomunikasi dengan pengguna Rolly yang lain. l DEDDY SINAGA | AP | NYT | INTERNATIONAL HERALD TRIBUNE
BOOKMARK
AAC atau advanced audio coding: format audio digital yang terstandardisasi dan tak terlalu terkompresi, yang didesain sebagai pengganti format MP3. Secara umum, AAC menghasilkan kualitas sound yang lebih baik ketimbang MP3.













