PAN Tantang Pemerintah Bubarkan FPI


TEMPO Interaktif, Jakarta:Partai Amanat Nasional menantang pemerintah agar membubarkan Front Pembela Islam.

"Bila sudah memenuhi syarat, pemerintah jangan takut untuk membubarkannya," kata Ketua Umum PAN Sutrisno Bachir kepada wartawan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta Pusat siang tadi (3/6).

Syaratnya, kata Sutrisno, harus sudah melalui prosedur hukum. Begitu juga aparat Kepolisian, harus berani menindak mereka yang melakukan pelanggaran hukum. "Mulai sekarang, kekerasan harus dihentikan," katanya.

FPI, tambahnya, juga harus mentarnsformasikan diri menjdi lembaga Islam yang Rahmatan Lilalamin. Bukan lembaga yang selalu menggunakan kekerasan. Islam dan semua agama, katanya, tidak pernah mengajarkan kekerasan. "Jadilah pembela Islam yang modern," katanya.

Sutrisno datang ke rumah sakit tersebut bersama istrinya Anita, untuk mengunjungi korban bentrok pendukung Ahmadiyah dengan yang bergabung bersama Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan dan FPI yang beraliansi dengan Komando Laskar Islam.

Bentrok tersebut terjadi pada hari Minggu kemarin di Lapangan Monas, Jakarta. Setidaknya ada empat orang korban yang dirawat di sana.

Syafi'i Anwar, korban yang sekaligus Direktur ICIP, saat dikunjungi Sutrisno mengatakan, saat itu ia dikerubungi 3 orang laskar FPI. Sebelumnya, ia sempat ingin menolong seorang ulama yang dieroyok 10 laskar. Kepala kirinya sempat terkena pukulan bambu sambil terus berupaya melarikan diri. "Sepertinya mereka mengenal saya, saya dikejar-kejar terus," katanya.

Syafi'i menegaskan, dirinya adalah orang Muhammadiyah yang 200 persen berbeda teologinya dengan Ahmadiyah. Ia mengikuti aksi itu, karena dirinya merasa perlu membela hak hidup para penganut Ahmadiyah. "Saya tidak setuju dengan kekerasan," katanya. Mustafa Silalahi

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X