Pelaku Kekerasan Atas Nama Agama Sama Dengan Pembajak Tuhan

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tokoh senior Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif, menilai pelaku kekerasan sebagai penghancur peradaban, yang melakukannya atas nama agama.

Maarif mengomentari tindak kekerasan yang dilakukan Front Pembela Islam terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan.

"(Kekerasan itu) secara empirik merusak agama, membajak Tuhan untuk kepentingan jangka pendek," kata Buya Maarif di Taman Ismail Marzuki Jakarta, usai acara penyerahan Maarif Award, Selasa (3/6) malam.

Menurut Maarif, aparat harus segera bertindak untuk mencegah hal serupa terjadi lagi di masa datang. "Kalau tidak, ini negara gagal."

Maarif juga menyesalkan polisi yang terlambat datang mencegah serangan massa FPI. "Dan ini bukan pertama kali. Kenapa tidak diantisipasi itu semua," kata dia.

Maarif mengkritik kepemimpinan negara yang disebutnya "di tengah gelombang, kapten kapalnya tak berani membuat keputusan tak populer untuk selamatkan bangsa". "Kalau tidak bertindak juga, setelah ini jangan pilih lagi," kata dia. Ibnu Rusydi