Koran Tempo Akan Diserbu


TEMPO Interaktif, Jakarta: Panglima Komando Laskar Islam Munarman mengancam menyerbu dan menggugat Koran Tempo karena dinilai telah mefitnahnya. "Jika dalam 1X24 jam Goenawan Mohamad (pendiri Tempo) dan Tempo tak minta maaf, saya akan serbu dia," katanya dalam keterangan pers di Markas Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat, kemarin.

Ancaman itu berkaitan dengan pemuatan foto Munarman yang sedang mencekik seseorang pada edisi kemarin. Menurut bekas Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia ini, orang yang ia cekik adalah anak buahnya yang akan bertindak anarkis. "Saya akan tuntut Koran Tempo dan AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan)."

Sebelumnya, Munarman dan pemimpin FPI Rizieq Shihab menunjukkan orang yang dicekik itu kepada pers. Orang itu, Nasrullah alias Ucok. Nasrullah adalah aktivis senior laskar FPI.

Menanggapi ancaman tadi, Goenawan Mohamad berkomentar singkat. “Silakan serbu.”

Ratusan massa FPI pada Ahad siang lalu menyerang para aktivis AKKBB di lapangan selatan Monumen Nasional (Monas) yang akan memperingati 63 tahun kelahiran Pancasila. Akibatnya, belasan aktivis gabungan organisasi pro pluralisme itu terluka, dan empat lainnya dirawat intensif di rumah sakit. Munarman tertangkap kamera sedang mencekik seseorang. Tempo mendapatkan foto itu dari AKKBB.

Tokoh senior Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif mengecam tindak kekerasan massa FPI. Ia meminta polisi tak ragu menegakkan hukum. Menurut Maarif, AKKBB adalah aliansi damai. "Dikejar begitu rupa, untuk apa? Apa kesalahan mereka? Ahmadiyah dan segala macam itu hak. Kenapa harus (dihadapi) dengan kekerasan," ujarnya dalam acara penyerahan “Maarif Award” kepada sejumlah tokoh di Taman Ismail Marzuki kemarin.

Pengacara FPI Ahmad Michdan mengatakan, sejumlah media massa juga bakal digugat karena memuat foto itu. "Kami menuntut pengembalian nama baik dengan menggunakan delik pers," ucapnya.

Selanjutnya, Rizieq bersama pengacara FPI dan belasan aktivisnya mendatangi Polda Metro Jaya. Mereka mengadukan 289 tokoh AKKBB dengan tuduhan menjadi aktor intelektual insiden Monas dan penodaan agama. Tokoh-tokoh itu antara lain KH Abdurrahman Wahid, Todung Mulya Lubis, Amien Rais, Ahmad Syafii Maarif, serta Goenawan Muhammad.

Mereka dianggap bertanggungjawab karena mengundang massa ke Monas. AKKBB juga dianggap menodai agama lantaran mengikutsertakan anggota Ahmadiyah dalam aksi itu.

MUSTAFA SILALAHI | FERY FIRMANSYAH | IBNU RUSYDI

Komentar (2)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
“IMING – IMING SAAT PEMILU” Semua masyarakat yang mengerti dan mengetahui saat – saat menjelang pemilu tidak aneh atau kaget bahkan sebagian dari mereka hanya mengusap dada dan tersenyum melihat para petinggi Negara Indonesia berebut menjadi seorang pemimpin. Setidaknya peatinggi Negara selalu mengiming – imingkan kenyamanan dalam hidup di Indonesia,melihat semua kejadian yang berlangsung di Indonesia dapatkah kita semua sebagai rakyat kecil merasakaan kenyamanaan dalam mengghirup udara di Indonesia Berpaling dari semua itu berita – berita,iklan – iklan,spanduk – spanduk bahkan konfoy – konfoy yang ada di jalan ibu kota selalau kita lihat dan kita temui Tapi mana ,mana,dan mana tempat dan rasa yang akan kita teduhi untuk sebuah kehidupan rakyat kecil di bumi pertiwi Janji – janji telah dilontarakan oleh semuanya yang buta akan kepemimpinan namun semua tak hayal hanyalah lelucon sebuah candaan bagi mereka yang di atas Dan mulai melihat dari mulai presiden,wakil peresiden,gubernur – gubernur ibukotaq bahkan sampai wali kota di sekitar kita yang hanya bias mengimingiming – imingkan kenyamanan dalam sebuah kehidupan di ibu kota. Di aali dari pendidikan apakah semua peljar dan mahasiswa bias merasakan bangku pendidikan yang murah nyatanya keperolehan tak sekolah lah yang akan didapatnya.dan tak bias melanjutkan bangku sekolah yang penuh dengan cita – cita dan impian dari anak – anak generasi baru bumi Indonesia ini Pendidikan adalah contoh termudah bagi petinggi – petinggi Negara memberikan janji awalnya merenofasikan , dan mengucap kata “pendidikan akan murah” tetapi kejadian di Indonesia malah semakin nyata bahwa banggku pendidikan tidak biasa dirasakaan oleh semua anak – anak yang sebagian besar juga ingin merasakan pendidikan Etalase di Indonesia nampaknya sudah tidak bias menutupi kejadian yang sudah terlalu besar di tutup – tutupi oleh para bangsawan disana Beralih membicarakan yang lain lihatlah harga – harga semua keperluan melambung naik tanpa melihat orang yang terhimpit ekonomi di luar garis kemampuan mereka lorong jembatan menjadi harta mahal bagi mereka namun air dan makanan menjadi harta murah bagi mereka yang tek pernah melihat kebawah asas yang ada dalam dunia ini
0
0
Di Bulan Ramadhan ini sebaiknya segala permasalahan bisa diselesaikan dengan baik dan sabar. Nggak usah pake serbu2an segala lah, malu sama umat lain.Kata nya bulan puasa minta dihargai.
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X