Berita Terkait
Topik
Kaum Muda Percaya Pancasila Pilihan Terbaik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Mayoritas kaum muda menganggap Pancasila adalah pilihan terbaik dasar negara. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Setara Institute, sebanyak 78,1 persen atau 625 orang dari 800 responden yang berumur 17-22 tahun itu meyakini Pancasila sebagai dasar negara dibanding agama atau ideologi tertentu.
"Itu adalah modal untuk mengembangkan toleransi," kata Ketua Badan Pengurus Setara Institute Hendardi saat menunjukkan hasil survei, Rabu (4/6).
Menurut Hendardi, hal itu diperkuat oleh mayoritas kaum muda yang tidak membenarkan kekerasan atas nama agama (92,7 persen). Sebanyak 95 persen responden juga menolak organisasi tertentu yang kerap melakukan tindak kekerasan.
Hendardi melanjutkan, sebagian besar kaum muda memahami kekerasan yang bernuansa agama bukan disebabkan karena faktor kebencian antarumat beragama atau persainagn ekonomi. Kamum muda, kata dia, menilai kekerasan terjadi karena dipicu provokasi pihak-pihak tertentu. "Kaum muda kita sebenarnya sudah memahami pluralisme," ujarnya.
Dalam survei yang dilakukan di Jakarta, Tangerang, Depok dan Bekasi itu, sebanyak 87 persen responden juga menghendaki Pancasila menjadi pedoman partai-partai politik. Hanya 11 persen responden yang menghendaki agama sebagai dasar partai.
Di antara partai yang ada, responden mempercayai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sebagai partai yang mampu memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan dan keberagaman (21 persen). Partai Golkar ada di urutan berikutnya (17 persen), di atas Partai Amanat Nasional (12 persen), Partai Keadilan Sejahtera (12 persen), Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Persatuan Pembangunan (masing-masing 11 persen).
Adapun mengenai tokoh yang dinilai memiliki komitmen kebangsaan, Susilo Bambang Yudhoyono dipilih 23 persen responden, mengungguli Megawati yang dipilih 18 persen responden. Tokoh-tokoh lain, misalnya, Wiranto dan Hidayat Nur Wahid, persentase suaranya tak melampaui Yudhoyono dan Megawati.
Bila tokoh-tokoh yang bersangkutan mencalonkan diri sebagai presiden, Yudhoyono masih disukai oleh 21 persen responden. Megawati berada di peringkat kedua (19 persen) dan Sultan Hamengkubuwono diperingkat ketiga (11 persen).
Menurut Hendardi, tingginya popularitas Yudhoyono disebabkan karena dia masih menjabat sebagai Presiden. "Publik banyak melihat aktivitas Yudhoyono," ujarnya. Anton Septian