Warga Dukung Pencarian Anggota FPI


TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 1000 polisi dari berbagai kesatuan diterjunka ke kawasan Petamburan III, Jakarta Pusat, Rabu pagi. Sebagian dari mereka menggeledah rumah-rumah warga yang dicurigai menjadi tempat persembunyian anggota Front Pembelas Islam (FPI).

Polisi mengetuk rumah-rumah di Gang Paksi serta Jalan Petamburan III RW 04 Petamburan. Penggeledahan ini dipimpin oleh Kepala Kepolisian Resort Jakarta Pusat Komisaris Besar Heru Winarko.

Hidayat, 60 tahun, salah satu warga yang menyatakan tak keberatan dengan penggeledahan ini. "Gak apa-apa. Kami nggak salah kok," ujarnya.

Pada Ahad lalu, anggota FPI menyerang kelompok Aliansi Kebangsaan yang tengah berunjuk rasa di kawasan Monas. Polisi kemudian menetapkan 10 tersangka dalam aksi tersebut.

Suasana mencekam terasa dipemukiman itu. Sekitar pukul 06.30 belasan pemuda berseragam laskar Front Pembela Islam bersiaga dengan membawa potongan bambu. Sebagian diantaranya memukul kentongan dan memerintahkan warga bersiaga.

Sekitar pukul 06.45, suasana memanas lantaran muncul isu kedatangan anggota Garda Bangsa dari jalan raya Petamburan. Pemuda yang membawa potongan kayu pun semakin banyak bermunculan.

Kondisi itu lantas ditenangkan oleh pimpinan Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab. Ia mengimbau agar anggotanya tenang dan bersikap kooperatif pada Polisi.
"Kalau ada yang disuruh ikut, ikut saja. Nanti pengacara kita mendampingi," ujar Rizieq di depan puluhan pengikutnya.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Untung Yoga Ana menyatakan, penggeledahan di Petamburan dilakukan untuk mencari keberadaan 10 tersangka pelaku "Insiden Monas" yang ditengarai bersembunyi di kawasan basis FPI ini.

Camat Tanah Abang, Idris menyatakan penggeledahan semacam ini baru pertama kali terjadi di wilayahnya. Ia mengaku mendapat pemberitahuan dari polisi menjelang Selasa tengah malam kemarin. "Informasinya baru datang tengah malam," kata dia ketika ditemui di lokasi.

Idris menambahkan, di kecamatan Tanah Abang ada 18 organisasi yang memiliki basis massa kuat. Namun sebelumnya, tak ada gejolak yang ditimbulkan oleh kelompok-kelompok tersebut. Fery Firmansyah

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X