Topik
Presiden Minta Masyarakat Aktif Cegah Pencemaran
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan bukan saatnya lagi berbicara menghimbau pelestarian dan pengendalan lingkungan. Berbagai bencana yang kerap terjadi, Presiden meminta semua elemen masyarakat menjaga dan melestarikan lingkungan.
"Tuhan Yang Maha Esa sudah memberikan lampu merah dan lampu kuning, dengan memberi bencana. saatnya bertindak mulai dari diri sendiri untuk pelestarian lingkungan," kata Presiden dalam sambutan Hari Lingkungan Dunia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/6).
Presiden memberikan penghargaan Kalpataru bagi 12 orang dengan empat kategori yaitu kategori kategori perintis lingkungan, kategori pengabdi lingkungan, kategori penyelamat lingkungan dan kategori pembina lingkungan.
Disamping Kalpataru, Presiden memberi penghargaan Adipura kepada 94 wilayah dalam empat kategori yaitu kategori kota metropolitan, kategori kota besar, kategori kota sedang , dan kategori kota kecil.
Presiden menandatangani perangko edisi perdana perangko pengendalian lingkungan. Dalam pidato, presiden menyerukan masyarakat mengubah perilaku atau lifestyle dan aktif mencegah pencemaran linkungan terutama akibat gas CO2.
Dia mencontohkan upaya penghematan listrik di komplek Istana Negara dan mengatur suhu AC sampai 24 derajat yang menghemat 30 sampai 40 persen energi."Saatnya bertindak sekarang dan jangan menunggu, bukan lagi bicara wasadalah," kata dia.
Presiden juga menyerukan penghematan energi karena upaya ini bisa mengurangi gas Co2 dan menyelamatkan bumi. "Mari kita bangun budaya penghematan," ujar Presiden.
Disamping itu, Presiden meminta aparat pemerintah turun langsung ke daerah dan memubuat kebijakan tentang pelestarian dan pengendalian lingkungan yang tepat dan juga tidak muluk-muluk serta tidak lunak dalam target pencapaiannya.
Anton Aprianto