Topik
Apersi Revisi Target Pembangunan Rumah Sederhana Sehat
TEMPO Interaktif, Jakarta:Asosiasi Pengembang dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) akan merevisi target pembangunan Rumah Sederhana Sehat (RSH) menyusul kenaikan harga bahan bangunan akibat imbas fluktuasi harga minyak dunia.
Ketua Umum Apersi Fuad Zakaria mengatakan revisi target ini akan dihitung pada akhir pekan. "Akhir minggu ini mau dihitung," ujarnya di sela-sela penandatanganan nota kesepahaman dengan PT Bank Rakyat Indonesia, Kamis (5/6).
Selain kenaikan harga minyak, lanjut dia, revisi target juga disebabkan belum terbitnya peraturan menteri keuangan yang membebaskan pajak pertambahan nilai untuk RSH harga baru, Rp 55 juta. "Rumah tidak bisa dijual, otomatis ini mengurangi target," katanya.
Tahun lalu Apersi menargetkan pembangunan 75 ribu unit RSH dan terealisasi sekitar 50 ribu unit. Menurut Fuad, tahun ini Apersi menargetkan pembangunan 100 ribu unit RSH. Namun dia pesimistis target itu akan tercapai tahun ini. Sebab hingga bulan kelima pengembang belum bisa menjual dengan harga baru dan terpengaruh kenaikan harga BBM. "Kalau bisa sama dengan tahun lalu, sudah Alhamdulillah," ucapnya. RIEKA RAHADIANA