Korban Kebakaran Kebayoran Mengungsi ke Sekolah


Grafis Terkait

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Puluhan warga korban kebakaran di Jalan Mataram RT 02/007 Kelurahan Selong Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan sejak kemarin malam mengungsi di SD Negeri Selong. Mereka mendirikan tenda dan dapur umum di halaman sekolah.

Katimah,52 tahun, salah satu korban mengatakan sejak kemarin malam, bantuan berupa makanan kering, beras, pakaian, dan uang sudah berdatangan. "Bantuannya banyak, masing-masing korban saja mendapat baju sekitar 30-40 pasang, kalau bantuan uang sekitar Rp 10 juta," ujarnya. Selain bantuan itu, kata Katimah, para korban juga mendapat pemeriksaan dari dokter. "Keadaan kami diperiksa, untung saja tidak ada yang luka," kata Katimah.

Selain mendirikan tenda, warga juga menggunakan satu ruang kelas satu di lantai bawah. "Kelas di lantai atas, besok akan digunakan untuk ujian kelas tiga, empat, dan lima," ujarnya. Menurut Katimah, api yang sudah padam pada sore hari sempat menyala lagi saat malam. "Sekitar pukul 00.00 api menyala lagi," katanya. Polisi dan warga yang sedang berjaga langsung mengguyur air ke arah api menggunakan ember. "Api tidak begitu besar, jadi dalam waktu setengah jam bisa dipadamkan," ujarnya.

Riza Makmur, 34 tahun, warga yang juga menjadi korban saat ini sedang mencari barang-barang usahanya yang masih bisa digunakan. "Besi-besi yang masih bisa digunakan saya kumpulkan dan nantinya saya jual per kilo, untuk modal usaha lagi," ujarnya.

Riza, Katimah, dan warga lainnya berharap bisa kembali membangun rumah mereka di kawasan kebakaran itu. Selain sudah lama tinggal di sana, mereka mengaku tempat itu dekat dengan lokasi mereka bekerja dan sekolah. "Lagi pula di sini tempat usaha saya, dan sudah banyak langganan saya yang tahu lokasi ini," kata Riza. Untuk kembali membangun rumah mereka, warga berencana meminjam dana ke bank atau kerabat mereka. "Mau bagaimana lagi, harta benda kita kan sudah hangus, jadi pinjam uang deh," kata Riza.

Cornila Desyana/Tempo Newsroom

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X