Irjen Saleh Saaf Bantah Sembunyikan Munarman


TEMPO Interaktif, Jakarta:

Kepala Bagian Intel dan Keamanan (Kabag Intelkam) Mabes Polri Inspektur Jenderal Saleh Saaf dituding menyembunyikan Munarman. Sebab beberapa hari setelah kejadian, dia dihubungi seseorang yang meminta agar Munarman dilindungi.

Tuduhan itu dibantah keras oleh Saleh Saaf. "Saya tidak kenal dengan Munarman secara akrab," kata Saleh Saaf yang menghubungi Tempo Newsroom tadi pagi. Terakhir dirinya bertemu Munarman pada 2002, saat dirinya menjabat menjabat Kadiv Humas Mabes Polri. Pertemuan terjadi di TVRI dalam acara siaran langsung sebuah talk show.

Ketika ditanya keterlibatan Saleh menyembunyikan Munarman itu berakhir dengan pemeriksaan dia oleh Divisi Propam Mabes Polri, Saleh menjawab. "Nggak lah. Nggak sampai diperiksa Propam. "

Soal dugaan menyembunyikan Munarman, Saleh mengungkapkan, Rabu (4/6) pukul 19.30 malam Saleh mengaku ditelepon seseorang. "Pak Saleh, saya mau minta bantuan. Ipar saya Munarman mau menyerahkan diri."

"Kapan? Saya jemput dimana?" tanya Saleh. Saat itu, penelepon tidak menyebutkan tempat penyerahan diri, tapi malah bilang soal permintaan syarat yang harus dipenuhi polisi sebelum menyerahkan diri. Lalu Saleh tanya, "Syaratnya apa?".

Penelepon tadi menjelaskan, Munarman minta difasilitasi untuk membuat press release dengan wartawan. "Itu tidak lazim," jawab Saleh. Menurut Saleh, sebagai tersangka dan DPO, sebaiknya Munarman menyerahkan diri dulu, setelah diperiksa, dia mau bikin jumpa pers melalui pengacaranya atau apa silakan.

Selanjutnya penelepon menutup pembicaraan dan akan kembali menelepon dia. Beberapa menit kemudian dia kembali menelepon Saleh. "Saya sudah sampaikan penjelasan Bapak, tapi dia mengajukan tuntutan," kata penelepon tersebut.

"Apa tuntutannya, " tanya Saleh. Penelepon membeberkan banyak tuntutan, salah satunya adalah pembubaran Ahmadyah. Menanggapi tuntutan itu, Saleh mengatakan, sebaiknya tuntutan itu disampaikan kepada pemerintah, Polri hanya menindak kasus pidananya. "Setelah itu, komunikasi terhenti. Saya tak tahu lagi informasi Munarman." ungkap Saleh.


Eni Saeni/Tempo Newsroom

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X