Heru Lelono: Tidak Ada Tekanan Kepada Joko

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Anggota Staf Khusus Kepresidenan, sekaligus Ketua Tim Blue Energy, Heru Lelono membantah ada tekanan terhadap Joko Suprapto, yang mengaku nemenukan teknologi “blue energy”. "Tidak ada hal seperti itu," katanya melalui sambungan telepon Ahad malam tadi (8/6).

Heru menambahkan, Iswahyudi dan Joko telah sepakat untuk melanjutkan penelitian energi alternatif tersebut. Mengenai permintaan agar Joko menanda tangani perjanjian untuk menyerahkan hasil penemuan kepada Iswahyudi, yang juga sebagai direktur proyek itu, Heru tegas menyatakan, "Tidak ada."

Heru meminta aagar kebenaran berita adanya tekanan tersebut ditanyakan langsung kepada Joko. "Saya mohon Tempo konfirmasi langsung pada Joko," katanya. Jika memang Joko berpendapat seperti itu, kata dia, "Itu hak pribadi Joko."

Sebelumnya, anggota Komisi Hak Asasi Manusia Johny Simanjuntak membenarkan dirinya telah menemui Joko Suprapto, pria asal Nganjuk, Jawa Timur, yang mengklaim menemukan teknology "blue energy".

Beberapa kali pertemuan itu dimaksudkan untuk memastikan ada tidaknya gangguan keamanan terhadap Joko. Sejauh ini, kata Johny, ia menemukan Joko ditekan oleh seseorang bernama Iswahyudi.
"Dia ditakut-takuti," kata Johny.

Heru Lelono meminta semua pihak menghargai penelitian independen. Saat ini, kata dia, Indonesia sedang dilanda krisis pangan dan energi. Karena itu bahan bakar seperti minyak tanah perlu dicarikan energi alternatif lain.

Yang terpenting, Heru melanjutkan, tidak ada sepeser uang negara pun yang dipakai untuk membiayai proyek Blue Energi. "Program alternatif ini akan dilanjutkan," ujarnya. Rudy Prasetyo