Indonesia Siap Memandu Pelayaran Selat Malaka dan Singapura

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menyiapkan 33 orang petugas pandu luar biasa yang akan memandu lalu lintas pelayaran di Selat Malaka dan Selat Singapura. "Selama ini petugas pandu dari Singapura," kata Direktur Navigasi Perhubungan Laut Departemen Perhubungan, Yuri Gunadi di sela pembukaan pelatihan pandu, di Jakarta, Senin (9/6).

Calon petugas pandu Selat Malaka dan Singapura diambil dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I sebanyak 26 orang, Pelindo III (3), dan Pelindo II dan IV masing-masing 2 orang. Menurut Yuri, idealnya petugas pandu 70 orang sehingga perlu disiapkan bertahap.

Perairan Selat Malaka dan Selat Singapura ditetapkan sebagai wilayah pemanduan luar biasa sejak Desember 2007. Penetapan itu hasil dari negosiasi pada sidang-sidang Tripartite Technical Expert Group (TTEG) yang dilaksanakan setahun sekali oleh tiga negara pantai (littoral states) yakni Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Pemanduan luar biasa di dua selat itu, Yuri menjelaskan, diperlukan mengingat kepadatan lalu lintas di perairan tersebut. Setiap hari sekitar 1200 kapal melintasi Selat Malaka dan Singapura. Sesuai pertemuan TTEG ke-32 tahun 2007 di Manado, Indonesia akan melakukan pemanduan pelayaran dalam bagan pemisah lalu lintas Traffic Separation Scheme di Selat Malaka dan Singapura yang berada di wilayah Perairan Indonesia. Harun Mahbub