Pengamat: IPO Krakatau pada September Tak Realistis


TEMPO Interaktif, Jakarta:Rencana penawaran saham perdana di bursa (initial public offering/IPO) PT Krakatau Steel (Persero) pada September mendatang dinilai tidak realistis. Pemerintah diminta tak terburu-buru melakukan IPO perusahaan baja tersebut agar hasilnya optimal. "Tidak ada urgensi memaksakan IPO pada September,” kata pengamat ekonomi Faisal H. Basri, Selasa (10/6).

Menurut Faisal, waktu yang paling realistis dibutuhkan sekitar enam bulan dari sekarang. Krakatau memerlukan waktu cukup lama untuk pembentukan harga ataupun valuasi aset.

Kepala Riset PT BNI Securities, Norico Gaman menyatakan, Krakatau sangat potensial masuk pasar bursa. Perkiraaan kapitalisasi pasar dari Krakatau sekitar Rp 11-14 triliun dengan asumsi proyeksi laba bersih sebesar Rp 1 triliun pada akhir tahun 2008.

Perhitungan nilai kapitalisasi pasar juga mendasarkan pada valuasi umum perusahaan baja dunia yang memiliki price earning ratio 11-14 kali. "Nilai kapitalisasi pasar dapat bertambah dengan menilai aset infrastruktur perusahaan," kata Norico.

Menurut Norico, prospek pasar baja Asia sangat strategis. "Pertumbuhan konsumsi baja dunia sebesar 50 persen dari Asia," katanya. Potensi pertumbuhan pasar ini, kata dia, mesti segera diantisipasi oleh Krakatau. "Perusahaan baja yang tertarik menjadi mitra strategis itu karena melihat peluang pasar yang besar di Asia."

Komisaris Utama Krakatau Taufiequrachman Ruki mengatakan, dalam waktu 1-2 hari lagi persetujuan IPO akan diperoleh dari Komisi Industri dan Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat. "Setelah itu kita akan kerja siang malam, meski target September itu tak mungkin," katanya. Dia mengatakan selambat-lambatnya IPO dapat dijalankan pada November.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tempo Krakatau direncanakan akan menjual 40 persen sahamnya ke bursa. Pelepasan saham secara bertahap masing-masing sebanyak 20 persen.

Direktur Utama Krakatau Steel menyatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan berbagai persiapa terkait pelaksanaan IPO. Persiapan yang dilakuka terkait penilaian aset dan aspek hukum.

YULIAWATI | AMIRULLAH

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X