Ironi 44 Tahun
Topik
TEMPO Interaktif, INNSBRUCK:Ironi itu terpendam selama 44 tahun. Spanyol punya cap buruk sebagai tim besar tapi minus prestasi. Kini Tim Matador berpeluang memperbaiki klaim jeleknya itu saat bertemu dengan Rusia pada laga perdana Grup D di Innsbruck besok malam.
Spanyol, entah kenapa, selalu gagal memenuhi ekspektasi sebagai tim unggulan. Memiliki pemain berbakat, ditangani pelatih jempolan, tapi selalu gagal meraih prestasi di ajang internasional. Satu-satunya trofi yang pernah mereka raih hanyalah juara Piala Eropa 1964.
Euro 2008 adalah penampilan Spanyol yang ketujuh kalinya berturut-turut sejak 1980. Apakah akan tetap sama? Sepertinya tidak.
Spanyol hadir dengan kelengkapan amunisi pemain dan persyaratan sebagai juara. Mereka punya gelandang dan penyerang paling berbakat di muka bumi, seperti Fernando Torres, David Villa, Cesc Fabregas, serta duo Barcelona, Xavi Hernandez dan Andres Iniesta.
Dan Fabregas, pemain Arsenal, mengatakan semua pemain punya kemampuan menjadi pemenang. "Di tim Spanyol banyak pemain yang bisa mengambil kontrol permainan. Saya membantu semua serangan dan opsinya ada pada Xavi, Iniesta, serta (David) Silva," kata pemain berusia 21 tahun tersebut.
Entah kebetulan atau tidak, kubu Rusia justru tengah dirundung cedera. Striker Pavel Pogrebnyak sudah pasti tidak bisa ikut karena cedera lutut. Padahal penyerang Zenit St Petersburg ini tengah on-fire. Ia adalah top scorer Piala UEFA musim ini, bersama striker Bayern Muenchen asal Italia Luca Toni, dengan mencetak 10 gol.
Pergelangan kaki Pogrebnyak cedera saat menjalani laga pemanasan melawan Serbia akhir Mei lalu. Pukulan makin bertambah karena mereka juga kehilangan striker Zenit lainnya, Andrei Arashavin, yang harus menjalani skorsing.
"Mereka dua pemain yang bisa mengubah pertandingan dan mereka sudah membuktikannya. Ini seperti kehilangan darah, banyak darah," kata pelatih Guus Hiddink.
Posisi Pogrebnyak di lini depan akan digantikan Roman Pavlyuchanko. Pemain Spartak Moscow ini adalah pencetak dua gol ke gawang Inggris di ajang kualifikasi.
Rusia dianggap tim kuda hitam dan kesulitan lolos dari grup yang juga dihuni Swedia dan juara bertahan Yunani. Oke. Tapi mereka mencatatkan kemenangan di tiga laga pemanasan terakhir: atas Kazahstan (6-0), Serbia (2-1), dan Lithuania (4-1).
Hiddink berjanji timnya akan tampil menyerang. "Para pemain harus yakin. Dengan demikian, permainan kami akan berkembang. Saya ingin orang-orang melihat kami sebagai tim yang kuat," katanya.
Sebaliknya, Spanyol punya pertahanan hebat. Total jenderal Tim Matador belum kebobolan di tujuh laga terakhir dan tak terkalahkan di 16 pertandingan. Terakhir mereka kalah oleh Rumania 0-1 dalam pertandingan uji coba pada 15 November 2006. Empat partai pemanasan menjelang Euro yang dilakoni Spanyol selalu berakhir dengan kemenangan tim ini: atas Prancis (1-0), Italia (1-0), Peru (2-1), dan Amerika Serikat (1-0).
Persoalannya, Torres, yang diplot sebagai penyerang utama, justru mandul. Ia hanya mencetak dua gol setahun terakhir. Kebalikan dengan penampilannya di Liverpool. Di musim pertamanya bersama The Reds, pemain berjulukan El Nino itu mengemas total 33 gol di semua kompetisi.
Penyebabnya? "Permainan Spanyol sangat berbeda degan gaya Liverpool, sehingga itu mempengaruhi saya. Kami banyak menguasai bola tapi hanya muter-muter di lapangan tengah. Sedangkan di Liverpool, saya tidak banyak berlari karena semua tim bekerja untuk saya," kata Torres.
Untuk mengatasinya, pelatih Luis Aragones akan memainkan dua striker. David Villa akan dipasangkan dengan Torres. "Jika dia (Villa) fit, kami akan memainkan dua penyerang," kata Aragones.
Kemenangan atas Rusia akan menjadi langkah awal untuk membayar reputasi buruk Spanyol.
AP | AFP | UEFA | RAJU FEBRIAN
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Farhat Jadi Tersangka, Ahok Sudah Lupa
- Safari 'Pencitraan' 2014, Gita Wirjawan Menjawab
- Jurus Sukses UN SMAK 1 BPK Penabur Jakarta
- Ini Syarat Menjadi Manajer Manchester City
- Orang Cerdas Tak Mampu Lihat Gerakan Besar?
- Robot Pintar Ini Digerakkan oleh Ponsel
- X-Wing, Pesawat Luar Angkasa Star Wars, Mendarat di New York












