Seribu Julukan untuk Otto
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ada sebuah misteri yang pemiliknya sendiri tak mengerti jawabannya. Rahasia itu ada di kepala Otto Rehhagel, pelatih Yunani. Menjelang usia 70 tahun, yakni pada 9 Agustus nanti, warna rambut pria asal Jerman ini masih terlihat gelap. Kelabunya belum dominan.
Sepuluh tahun lalu, majalah olahraga terbitan Jerman, Sport-Bild, meminta seorang ahli rambut menguji Rehhagel. Hasilnya, warna rambut Rehhagel alami, tidak dicat. Di Salzburg, Austria, hari ini, warna rambut itu tak banyak berubah.
Rambutnya masih misteri. Tidak demikian dengan strategi kepelatihannya. Pola permainan Rehhagel selalu telanjang, gampang dianalisis, dan mudah dikomentari. Kontrollierte offensive (mengontrol serangan). Begitu Rehhagel menyebut gaya permainan timnya.
Faktanya, pola yang cenderung bertahan itulah yang mengantarkan Yunani menjadi juara Piala Eropa 2004. Padahal, sebelumnya, Tim Negeri Dewa itu tak pernah menang dalam setiap pertandingan putaran final internasional: sekali Piala Dunia dan sekali Piala Eropa.
Rehhagel telah membuat keajaiban untuk Yunani. Lebih dari itu, lelaki kelahiran Essen, Jerman, ini juga telah mengusir "kutukan jahat" bagi para pelatih asing.
Rehhagel adalah pelatih asing pertama yang membawa timnya meraih gelar Piala Eropa. Di Piala Dunia pun belum ada pelatih asing yang sukses sampai puncak tertinggi.
"Sepak bola memang cuma permainan, tapi permainan yang membutuhkan kerekatan sosial," kata Rehhagel menerangkan falsafah sepak bolanya. "Untuk meraih sukses, Anda harus saling memberi dan menerima."
Kunci lainnya adalah kedisiplinan. Pemain Yunani terkenal tak bisa disiplin, baik di luar maupun di dalam lapangan. Rehhagel mendepak siapa saja yang tak masuk kriteria disiplinnya. Dalam tiga tahun kepelatihannya, menjelang Euro 2004, cuma dua pemain yang aman di skuadnya. Sisanya keluar-masuk, ia depak dan ia tarik lagi.
"Kami, orang Yunani, tak punya disiplin, itu bukan sifat alami kami," kata gelandang senior Stelios Giannokopoulos. "Rehhagel telah mengubahnya. Dia menggabungkan kedisiplinan Jerman dengan karakter Yunani. Sebuah campuran yang sempurna."
Rehhagel tak asal berlaku keras kepada para pemainnya. Di saat senggang, kadang dia melontarkan humor. Suami Beate, seorang pemandu bakat, ini juga mengizinkan para pemainnya membawa keluarga mereka ke Portugal. Empat anggota keluar--termasuk pacar--untuk masing-masing pemain.
Yunani berpesta sesudahnya. Pemerintah Yunani kemudian mengangkat Rehhagel sebagai warga negara kehormatan, sedangkan rakyat memberinya julukan Rehakles, pelesetan dari Herakles alias Hercules, anak Dewa Zeus yang punya kekuatan berlimpah. Julukan untuk Rehhagel bertambah panjang mengiringi kejutan-kejutan yang hadir dalam kariernya.
Otto Torhagel (Otto yang terhujani gol) menjadi julukan yang mula-mula disematkan media massa Jerman kepada Rehhagel pada awal karier kepelatihannya, 1974. Itu terjadi setelah klubnya, Kickers Offenbach, mengalami kekalahan besar, 0-12.
Julukan Otto II atau Vizeadmiral (Otto kedua atau wakil laksamana) diterimanya pada awal 1980-an. Ini karena tim-tim yang ia latih (Arminia Bielefeld, Fortuna Duesseldorf, dan Werder Bremen) cuma meraih prestasi nyaris juara, belum juara, baik di Liga Jerman maupun ajang piala-piala.
Setelah mendulang banyak gelar bersama Bremen, Bayern Muenchen, dan Kaiserslautern, Rehhagel pun mendapat kata salut dari media. Mereka menyebutnya Konig Otto alias King Otto (Rehhagel sang Raja). Julukan Ottocracy juga populer, merujuk gaya kepelatihannya yang otoriter.
Berkelana ke Yunani sejak 2001, Rehhagel meninggalkan rekor tersendiri di Liga Jerman. Tak ada orang yang mampu mengalahkan jumlah catatan pertandingannya, gabungan sebagai pelatih dan pemain, yang lebih dari seribu pertandingan. Julukan Kind der Bundesliga (anak dari Bundesliga) menjadi miliknya.
Ke Austria-Swiss, negara tetangga Jerman, Rehhagel sekarang berada. Entah sebagai apa dia nanti: sebagai Rehakles, Konig Otto, atau malah Torhagel, yang kebobolan banyak gol. Tugas berat sebagai pelatih Yunani, tim juara bertahan Piala Eropa, membebani kepalanya yang berambut belum terlalu kelabu itu. l BERBAGAI SUMBER | ANDY MARHAENDRA












