Keganjilan Pelatih Asing


TEMPO Interaktif, Jakarta:Mendatangkan pelatih asing adalah hal yang jamak. Negara dengan tradisi sepak bola sekuat Belanda pun pernah ditangani 20 pelatih asing. Dari deretan tim besar, cuma empat negara yang belum pernah diasuh pelatih asing: Brasil, Italia, Jerman, dan Argentina.

Yang ganjil, belum pernah terjadi di Piala Dunia seorang pelatih asing sukses membesut timnya menjadi juara. Di Piala Eropa, tradisi yang sama sempat berlangsung sebelum dipecahkan oleh Otto Rehhagel empat tahun lalu.

Uniknya, lawan Yunani di final waktu itu adalah Portugal, yang diarsiteki Luis Felipe Scolari, pelatih asal Brasil. Jadi, bila saat itu Yunani kalah, Scolari-lah yang menjadi pendobrak, bukan Rehhagel.

Dua pelatih asing sukses sebelumnya adalah George Raynor (Inggris), yang membawa Swedia menjadi runner-up Piala Dunia 1958, dan Ernst Happel (Austria), yang mengantar Belanda beroleh posisi kedua Piala Dunia 1978. Posisi ketiga ditempati Guus Hiddink, yang mampu mengangkat prestasi tim gurem Korea Selatan maju sampai semifinal Piala Dunia 2002.

Tahun ini Hiddink mencoba peruntungannya di Euro 2008 dengan melatih Rusia. Hiddink bersaing dengan tiga pelatih asing lain. Mereka adalah Leo Beenhakker (Belanda), yang melatih Polandia, serta, tentu saja, Scolari dan Rehhagel.
**

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X