Ekspor Kerajinan di NTB Meningkat

TEMPO Interaktif, Mataram:Ekspor kerajinan di Nusa Tenggara Barat (NTB) selama 2007 telah mencetak nilai Rp 6,31 miliar. Nilai ini melebihi angka perolehan dari ekspor kerajinan buah kering yang hanya Rp 3,202 miliar. Sedangkan ekspor mutiara hasil budi daya lokal mencapai Rp 3,73 miliar.

Secara keseluruhan, nilai ekspor NTB dari 42 komoditi mencapai Rp 10,7 triliun. Sejak ada tambang tembaga, perak dan emas oleh PT NNT di Kabupaten Sumbawa Barat tambahan nilai ekspor mencapai Rp10,02 triliun.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB Syarifuddin, NTB ingin mengembangkan potensi kerajinan lebih besar lagi. Beberapa komoditi ekspor NTB belum bersaing optimal di pasaran internasional. “Ini akibat volume dan produktivitas relatif rendah,” katanya, Rabu (11/6) pagi.

Dari realisasi ekspor NTB Tahun 2007 tersebut, ada 24 komoditi kerajinan setelah kerajinan buah kering di urutan pertama sebanyak117, 058 ton , kerajinan kayu 18,804 ton, dan kerajinan gerabah (potterey) 47,914 ton (SUPRIYANTHO KHAFID)