Usia Taklukan Italia
Topik
TEMPO Interaktif, BERN:-- Usia memang sulit dilawan. Makin tua seseorang, kemampuan yang dimiliki kian berkurang, termasuk soal kecepatan.
Kondisi inilah yang mendera tim nasional Italia. Rata-rata umur anggota skuad inti tim Negeri Pizza itu yang turun saat menghadapi kesebelasan Belanda pada penyisihan Grup C Piala Eropa di Stadion Suisse, Bern, kemarin dinihari, di atas 30 tahun.
Paling muda penjaga gawang Gianluigi Buffon, 30 tahun. Pemain paling tua adalah Christian Panucci dan Marco Materazzi, yang sama-sama berusia 35 tahun. Sedangkan striker Antonio Cassano, yang baru 26 tahun, diturunkan pada babak kedua.
Alhasil, pergerakan mereka tampak lamban. Situasi inilah yang dimanfaatkan para pemain Tim Oranye, yang relatif lebih muda. Dua dari tiga gol kemenangan Belanda tercipta lewat serangan balik yang cepat. Meski begitu, para pemain muda Belanda ini sarat pengalaman.
Sebut saja Wesley Sneijder, 24 tahun, yang mencetak gol kedua. Ia sudah memperkuat Real Madrid sejak tahun lalu. Pemain jebolan Ajax Amsterdam ini telah membukukan 10 gol dari 30 penampilannya bersama juara Liga Primera musim lalu itu.
Tentu saja hasil mengesankan ini memuaskan pelatih Belanda, Marco van Basten. "Mengalahkan juara dunia sangat menggembirakan sekaligus bersejarah bagi kami," katanya. Maklum saja, ini merupakan kemenangan pertama Belanda atas Italia dalam tiga dekade terakhir.
Pelatih 43 tahun ini berharap anak-anak asuhannya dapat terus bermain bagus sehingga dapat menekuk Prancis dan Rumania pada laga berikutnya. Ia bermimpi Belanda bisa meraih trofi untuk kedua kalinya. Tim Negeri Kincir Angin itu baru sekali meraih Piala Eropa pada 20 tahun lalu, saat Van Basten tampil sebagai pahlawan dengan gol terbaiknya. "Jika semangat seperti malam ini terus berlanjut, dengan semua kualitas yang kami miliki, kami dapat menggapai mimpi indah," ujarnya.
Hasil memalukan itu sangat mengecewakan buat kubu juara dunia empat kali tersebut. "Pertandingan berawal buruk bagi kami dan berakhir lebih buruk, tapi itu sudah menjadi sejarah," kata pelatih Italia, Roberto Donadoni, yang pernah satu tim dengan Van Basten di Milan pada era 1980-an.
Ia membantah anggapan penampilan buruk itu lantaran timnya tidak serius mempersiapkan diri. Ia memastikan akan mengevaluasi dan meningkatkan kualitas permainan tim menghadapi dua laga mendatang. AFP | Telegraph | Faisal Assegaf












