Adu Tendangan Penalti Akan Digunakan di Babak Penyisihan Grup


TEMPO Interaktif, WINA: -- Euro 2008 akan menjadi turnamen pertama yang menggunakan adu tendangan penalti dalam babak penyisihan grup. Di Euro sebelumnya, adu tendangan penalti hanya digunakan untuk menentukan pemenang mulai babak perempat final.

Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) menetapkan peraturan baru ini jika dua tim yang mempunyai nilai sama dalam satu grup bertanding dengan hasil seri. Pada akhir pertandingan, adu tendangan penalti menjadi penentu peringkat.

Syaratnya, kedua tim harus seimbang dalam poin, selisih gol, dan jumlah gol yang dimasukkan ke gawang lawan. Syarat kedua, tidak ada tim ketiga dalam grup tersebut yang mempunyai posisi seimbang. Kedua tim itu juga harus sedang bertanding satu sama lain.

Jika syarat-syarat ini tak bisa dipenuhi, misalnya ada tim ketiga dengan posisi sama atau kedua tim berlaga di partai terpisah, posisi akhir dalam grup ditentukan lewat peraturan UEFA. Kriteria yang diperhitungkan adalah selisih gol dalam pertandingan di antara kedua tim. Selisih gol di antara kedua tim juga akan dibandingkan dengan pertandingan head-to-head. Terakhir, pertandingan kedua tim sebelumnya akan menjadi pertimbangan.

Jika hasilnya tetap sama--hal yang jarang terjadi--kedua tim hanya bisa mengandalkan keberuntungan. Undian akan dilaksanakan untuk menentukan siapa yang lebih unggul.
Menentukan kemenangan turnamen internasional dengan adu tendangan penalti pertama kali dilakukan pada final Piala Eropa 1976. Saat itu Cekoslovakia mengalahkan Jerman Barat 5-3 dalam adu tendangan penalti.

Republik Cek menjadi negara dengan rekor penalti terbaik. Mereka telah tiga kali memenangi adu tendangan penalti secara berturut-turut, dua kali ketika masih bernama Cekoslovakia dan satu kali ketika sudah menjadi Republik Cek. Mereka juga memegang rekor tak pernah meleset dari 20 tendangan penalti ke gawang lawan.

Selain dalam Euro, penentuan juara dunia pernah ditentukan lewat adu tendangan penalti. Piala Dunia telah melangsungkan 20 adu tendangan penalti, termasuk dua kali di final. Dua-duanya melibatkan Italia, yang kalah oleh Brasil pada 1994 tapi menang saat melawan Prancis pada 2006.

Sejarah mungkin terulang lagi dalam Euro 2008. Italia dan Prancis akan bertemu muka dalam pertandingan terakhir Grup C di Stadion Letzigrund pada 18 Juni 2008. AP | AFP | FAMEGA SYAVIRA

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X