SBY: Perlu Kerja Sama Internasional Berantas Korupsi

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Presiden Susilo Bambang Yudoyono menekankan kembali perlunya kerja sama regional dan multilateral dalam memberantas korupsi. "Jangan sampai ada safe heaven (surga dunia) bagi koruptor di dunia," kata Presiden saat memberikan sambutan di istana pagi ini.

Dalam acara peluncuran buku Laporan Pembangunan Manusia Asia Pasifik 2008. "Upaya Pemberantasan Korupsi Mengubah Kehidupan" yang dibuat UNDP itu, Presiden Yudhoyono mengisahkan upayanya mempelajari pengalaman negara lain dalam memberantas korupsi. "Dalam berbagai kesempatan bertemu dengan kepala negara lain, saya selalu menanyakan hal ini," katanya.

Berdasarkan kajian itu, Presiden SBY menyimpulkan lima poin dalam strategi pemberantasn korupsi yang efektif, yaitu komitmen jajaran pimpinan, penegakan hukum tanpa pandang bulu, peningkatan transparansi dan akuntabilitas, serta peningkatan upaya pencegahan korupsi. "Harus tegar dan menerima dampak negatif dari kegiatan antikorupsi yang agresif."

Laporan UNDP mencatat sejumlah kemajuan dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. "Tapi kami belum puas. Indonesia has won many battles, but not yet the war," kata Presiden.

Selama masa pemerintahannya, menurut SBY, tercatat 114 pejabat dan mantan pejabat publik yang diproses hukum karena diduga korupsi. "Ada gubernur, mantan menteri, anggota parlemen, bupati dan pejabat tinggi lainnya," kata Presiden SBY.

Presiden Yudhoyono mengungkapkan keyakinannya, "We will win the war."


Bambang Harymurti