6,5 Juta Anak Bekerja Karena Kemiskinan

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Seto Mulyadi menyatakan jumlah pekerja anak terus bertambah tiap tahun. Pada 2008, diperkirakan jumlahnya telah mencapai 6,5 juta orang anak.

Kebanyakan pekerja tersebut, kata Seto, lahir dari kondisi ekonomi keluarga yang miskin. "Jumlahnya naik 30-80 persen setiap tahun, bertambah seiring jumlah anak putus sekolah dan kekerasan terhadap anak yang terus meningkat," katanya usai beraudiensi memperingati Hari Dunia Melawan Eksploitasi Anak dengan Komisi Kesehatan dan Tenaga Kerja DPR RI, di Ruang Rapat Badan Legislatif DPR, Kamis (12/6).

Komisi Nasional Perlindungan Anak mencatat 11 juta anak usia 7-8 tahun tidak terdaftar sekolah di 33 provinsi di Indonesia. Pada 2004 2,1 juta anak putus sekolah, kebanyakan dari mereka berada pada jenjang sekolah menengah pertama. Umur pekerja anak bervariasi mulai 7-17 tahun.

"Salah satu dampak kemiskinan adalah diabaikannya hak-hak anak, yang dengan segera memunculkan pekerja anak," kata Sekretaris Jenderal Komisi Nasional, Arist Merdeka Sirait.

Ia minta pemerintah mencari jalan mengurangi jumlah pekerja anak, salah satunya dengan memunculkan lapangan kerja baru untuk orangtua/warga miskin.
Reh Atemalem Susanti