Presiden: Jangan Sampai Koruptor Hidup Tenang di Negara Lain
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan harus ada kerjasama internasional, regional, dan multilateral untuk pemberantasan korupsi. Karena itu diperlukan mutual legal assistance dan extradition treaty dari negara lain.
?Agar benar-benar bersama memberantas korupsi yang efektif dalam komitmen global,? katanya saat membuka peluncuran Asia-Pasific Human Development Report 2008, di Istana Negara, Kamis (12/6).
Dalam pidatonya, Asisten Sekretaris Jenderal UNDP Olev Kjorven mengatakan, korupsi adalah masalah global yang berdampak pada negara.
Indonesia, Presiden Yudhoyono melanjutkan, menginginkan kerjasama dengan negara di ASEAN, Asia Pasifik, bahkan di seluruh dunia, dapat dilakukan kerjasama efektif.
?Jangan sampai ada safe heaven (surga dunia) bagi koruptor yang membawa kabur aset-aset negara dan hidup tenang di negara lain,? katanya.
Karena itu, Indonesia menyambut baik kerjasama dengan Bank Dunia dalam konsep Stolen Asset Recovery (StAR). Presiden telah menegaskan hal ini dalam pembicaraan dengan Presiden World Bank, Robert B. Zoellick di New York tahun lalu, untuk melakukan kerjasama yang praktis dan operasional.
?Agar bisa mengambil kembali aset negara yang dikorupsi oleh mereka yang tidak bertanggungjawab,? katanya.
Ninin Damayanti
Komentar (1)
Berita Terkait
Foto Terbaru
Top Stories
Editor's Choice
- Kabut Asap di Singapura Diprediksi Bertahan Lama
- DPR Khawatir Pemerintah Ragu Naikkan Harga BBM
- Ada Pekik 'Kopassus' di Luar Pengadilan
- Joki SBMPTN Yogya Berkeliaran Secara Terbuka
- Singapura: Kabut Indonesia Terparah Sepanjang Masa
- Label Merah untuk Makanan Tidak Sehat
- Jokowi Diminta Selalu Ajak Staf Blusukan



