Komoditas Potensial Angkat Indeks


Grafis Terkait

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pergerakan harga komoditas pertambangan dan perkebunan potensial mengangkat indeks pada transkasi pekan depan. Namun pergerakan harga komoditas tergantung pada pergerakan minyak mentah internasional. "Saham komoditas masih jadi andalan indeks karena kapitalisasi terbesarnya di bursa," ujar analis Alfiansyah, Jumat (13/6).

Pada perdagangan kemarin indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia naik 34,223 poin (1,44 persen) menjadi 2.409,008 dari penutupan sebelumnya. Dengan kenaikan ini, kata Alfiansyah, indeks pada pekan terakhir ini potensial mengalami profit taking. Dia memproyeksikan indeks hingga satu minggu ke depan bergerak di kisaran 2.367-2.513.

Selain minyak mentah, pasar mengamati sinyal-sinyal kebijakan suku bunga yang akan diambil Bank Sentral Amerika. The Fed pada 25 Juni nanti akan mengeluarkan kebijakan penetapan suku bungan. "Kemungkinan mempertahankan suku bunga," katanya.

Menurut Alfiansyah, The Fed berada dalam posisi dilema antara mengatasi dampak inflasi atau mengatasi dampak kredit macet perumahan (subprime mortgage).

Sementara itu, kata Alfiansyah, rupiah masih terus berpotensi melemah dengan adanya penguatan dolar Anmerika Serikat. "Apalagi inflasi bulan Juni terus diproyeksikan naik akibat kenaikan BBM," ujarnya. Dia memperkirakan rupiah bergerak dikisaran 9.272-9.368.

YULIAWATI

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X