Topik
Bappenas Usulkan Kenaikan Harga BBM Secara Gradual
TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Perencanaan Pembangunan Nasional melihat pentingnya kenaikan harga bahan bakar minyak secara gradual untuk dapat menyelamatkan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara pada tahun anggaran tahun 2009. “Tidak ada yang dapat memprediksi APBN akan aman jika harga minyak dunia terus naik,” kata Kepala Bappenas Paskah Suzzeta dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (13/6).
Dengan asumsi harga BBM yang ditetapkan sebesar US $ 120 per barrel untuk tahun anggaran 2009, kata paskah, tidak dapat menjamin anggaran tetap aman. “Dengan harga itu, anggaran masih tetap defisit,” katanya. Paskah menyatakan APBN dapat bertahan jika defisit anggaran jumlahnya nol. Oleh karena itu, dia menyarankan apa yang disebut sebagai cara klasik dengan mengutak-atik jumlah belanja negara yang ditetapkan dalam anggaran.
Dia menyatakan bahwa pemotongan anggaran belanja kementerian dan lembaga negara tentunya tidak dapat dilakukan lagi. “Di dalamnya juga terkait dengan gaji pegawai dan biaya rutin yang merupakan komponen utama yang tidak mungkin dapat diusik,” katanya. Dia menegaskan bahwa belanja negara yang sangat mungkin dipotong agar adalah subsidi, terutama subsidi BBM. Menurut dia, kenaikan harga BBM bersubsidi tidak dapat lagi dilakukan sekaligus seperti yang dilakukan pada akhir Mei lalu. “Harga BBM tidak mungkin akan naik lagi,” katanya.
Oleh karena itu, menurut dia, pemerintah seharusnya dapat mengurangi subsidi dari bulan ke bulan. Seandainya harga naik terus tentu subsidi akan terus membengkak, kata dia, apalagi untuk volume konsumsi BBM bersubsidi yang dipatok sebesar 38,8 juta kiloliter oleh Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat dengan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.
EZTHER LASTANIA