Doa Mujarab Fatih Terim


TEMPO Interaktif, BASEL: - Islam mengajarkan bahwa doa adalah senjata pamungkas. Pelatih tim nasional Turki, Fatih Terim, yang muslim juga meyakini ajaran itu.

Ia pun mempraktekkan hal itu saat timnya menghadapi tuan rumah Swiss pada laga penyisihan Grup A Euro 2008 di Stadion Santo Jakob Park, Basel, Swiss, kemarin dinihari. Hasilnya cespleng, Turki mampu membuat Swiss sebagai tim pertama yang harus pulang dari turnamen itu dengan kemenangan 2-1.

Semua berawal saat hujan mengguyur lapangan pada babak pertama. Turki gagal menerapkan permainan cepat yang menjadi ciri khasnya lantaran banyak genangan air. Bahkan, sebaliknya, tuan rumah memimpin lebih dulu melalui gol Hakan Yakin, pemain yang masih keturunan Turki.

Di ruang ganti, Terim, 54 tahun, tak hanya meramu strategi membalik keadaan. Ia menyadari sulit memprediksi cuaca ketika musim panas. Karena itu, ia memohon bantuan Allah. "Saya benar-benar mengharapkan hujan berhenti. Saya sungguh-sungguh berdoa kepada Tuhan untuk mengabulkan harapan saya itu," katanya.

Doa mantan pelatih AC Milan itu terkabul. Hujan berhenti dan Turki mampu mengubah keadaan pada babak kedua. "Kemenangan ini memberikan kami banyak kepercayaan untuk laga terakhir. Hari ini merupakan permulaan Euro bagi kami," ujar Terim.

Dengan hasil ini, Terim memiliki kesempatan membayar kegagalannya saat meloloskan Turki untuk pertama kalinya ke putaran final Euro di Inggris pada 1996. Sayang, ketika itu Turki gagal di penyisihan grup, bahkan tak bisa mencetak satu gol pun.

Meski begitu, Republik Cek, yang akan menjadi lawan Turki, sangat yakin bisa meraih kemenangan. "Saya bisa berjanji lantaran kami siap untuk itu," kata pelatih Karel Brueckner.

AFP/CNN/Faisal Assegaf

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X