Si Rambut Perak di Ujung Hari
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pelatih Republik Cek, Karel Brueckner, lebih gelisah menghadapi pertandingan melawan Turki malam ini. Pengalaman puluhan tahun tak banyak menolong meredakan perasaan itu. Dia tahu betul malam ini mungkin akan jadi hari terakhirnya sebagai pelatih sebelum pensiun.
Dia gelisah karena harapan yang lebih. "Malam ini akan jadi malam istimewa. Tapi mungkin masih akan ada peluang bagi kami," katanya. Brueckner, yang sudah mengumumkan akan pensiun seusai Piala Eropa kali ini, berharap akan mengakhiri karier dengan sebuah pencapaian gemilang lain.
Di Stadion Geneva, Cek akan bertarung berebut tiket ke babak perempat final dengan Turki. Pelatih berusia 68 tahun itu cukup yakin dengan peluang timnya. "Kami masih memiliki peluang dan saya janjikan bahwa kami akan sangat siap merebutnya," katanya.
Bila keyakinannya itu dihancurkan Turki, apa boleh buat, dia pun akan langsung menyambut masa pensiun dengan senyum khasnya. "Setelah 34 tahun jadi pelatih, saya memilih menjalani kehidupan yang berbeda," katanya.
Dia berencana akan pulang ke peternakan miliknya, di Hlubocky, Republik Cek. Tempat yang berjarak 20 kilometer dari Olomouc, kota kelahiran Brueckner, itu sengaja dia persiapkan untuk masa pensiun. Di sana Brueckner akan menghabiskan masa tuanya dengan berkebun, yang jadi kesukaannya. Juga untuk menekuni hobi lamanya: catur dan bermain kartu.
Apa pun hasil di ajang Euro kali ini, dia akan tetap menjalani masa pensiunnya itu dengan kebanggaan. Pria berambut putih keperakan itu telah menjalani kariernya bersama Cek dengan gemilang. Ditunjuk pada 2001, setelah menangani tim U-21, dia mampu membuat banyak pihak terkagum-kagum.
Brueckner sukses membawa Cek ke babak semifinal Piala Eropa 2004. Dia juga meloloskan negara itu ke putaran final Piala Dunia 2006, setelah 16 tahun absen. Sayang, timnya langsung tersingkir di babak penyisihan. Tahun ini Brueckner sukses meloloskan timnya ke Euro 2008. Seberapa jauh dia bisa membawa timnya masih harus ditunggu malam ini.
Brueckner kerap dianggap memiliki kesetiaan buta kepada para pemain kesayangannya yang sudah menurun. Tapi dia juga dikagumi para pemainnya. Kiper Petr Cech menyebutnya seorang master taktik. "Sering kali pertandingan berjalan sesuai dengan prediksinya," katanya.
Tomas Rosicky, yang tak tampil di Euro kali ini karena cedera, mengagumi perhatian sang pelatih pada hal terperinci. "Saat tiba di ruang ganti, semua loker pemain sudah ditempeli kertas yang berisi taktik spesifik untuk menghadapi lawan di posisi masing-masing." AFP | NURDIN
Komentar (0)
Berita Terkait
Foto Terbaru
Top Stories
Editor's Choice
- MA Siapkan Video Conference untuk Sidang Cebongan
- Jokowi-Ahok Diminta Hati-hati Reformasi Birokrasi
- Diusir, Aset Warga Syiah Sampang Tidak Diganti
- De Gea Bujuk Thiago Alcantara ke MU
- Ahok Luncurkan Data Pengentas Kemiskinan Jakarta
- TCL Idol X, Ponsel Cerdas yang Lebih Terjangkau
- Supermoon Terbesar Akan Muncul 23 Juni

