Pengusaha Tunda Investasi Hingga Pemilu
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengusaha dalam negeri akan melakukan penundaan realisasi investasi hingga menunggu selesainya proses pemilihan umum (pemilu) 2009. Pengusaha lebih berhati-hati menanamkan modalnya menunggu perkembangan stuasi politik dan kebijakan ekonomi. Saat ini minat investasi turun dengan adanya penurunan daya beli masyarakat pasca kenaikan BBM subsidi
Investasi yang turun terutama di sektor manufaktur. "Investasi sektor manufaktur akan mengalami penundaan hingga pemilu," kata ketua Asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi, Selasa (17/6). Sektor pertambangan dan perkebunan kelapa sawit dinilai akan terus berjalan mengingat peluang keuntungan yang besar dengan terus melonjaknya harga komoditas.
Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Muhammad Lutfi, realisasi investasi penanaman modal dalam negeri periode Januari- Mei 2008 turun hingga 68,3 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. "Untuk masa 6-9 bulan ke depan akan ada penundaan realisasi investasi untuk komitmen 2007," ujarnya (Koran Tempo, 17 Juni).
Hingga Januari-Mei 2008, realisasi investasi penanaman modal dalam negeri tercatat Rp 5,91 triliun (US$ 660 juta) atau turun 68,3 persen dibandingkan periode sama 2007 yang mencapai Rp 18,62 triliun (US$ 2 miliar). Sedangkan realisasi investasi penanaman modal asing pada periode Januari-Mei 2008 sebesar Rp 88 triliun (US$ 9,78 miliar) atau naik 164 persen dari periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 33,3 triliun (US$ 3,7 miliar).
Menurut Sofyan, penundaan investasi akan memperlemah target pertumbuhan ekonomi nasional. Tahun ini pertumbuhan ekonomi diperkirakan dibawah enam persen. Untuk menyedot investasi, kata dia, dapat diatasi dengan menarik pengusaha asal Cina ke Indonesia. "Mereka sedang sulit menghadapi aturan lingkungan dan biaya buruh yang tinggi," katanya.
Investasi asing di sektor manufaktur tetap berjalan, tapi dalam skala kecil. Sofyan menyebutkan, investor Korea menanamkam modalnya pada sektor tekstil dan garmen sekitar US$ 10-50 juta. Perusahaan Nike, kata dia, menggaet pengusaha Korea untuk memproduksi sepatu sebanyak 1-2 juta unit di Sukabumi.
YULIAWATI
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Lepas Empat Istrinya, Eyang Subur Tak Perlu Cerai
- Muslim Myanmar Hanya Boleh Punya 2 Anak
- Djokovic Bisa Jegal Nadal di Semifinal
- Saksi Penyerangan Cebongan Tak Mau Beri Keterangan
- MI5 Dituding Coba Rekrut Tersangka Kasus Woolwich
- Bupati Aceh Utara Dianggap Berpikiran Sempit
- FOTO: Pamer Aksi Bintang Dunia di Singapura
Berita Utama Bisnis
- Ini Lima Fokus Agus Marto sebagai Gubernur BI
- Sistem Jaringan Bandara Soetta Alami Gangguan
- Agus Marto Dilantik Jadi Gubernur Bank Sentral Hari Ini
- Harga BBM Naik, Golkar Setuju Ada BLSM
- UMR Naik Diklaim Bikin UKM Tutup
- Gerindra Tak Bangga Ekonomi Tumbuh 6,2 Persen
- Krakatau Steel Pastikan Proyek Posco Tetap Lancar













