Pujian Platini untuk Euro 2008


TEMPO Interaktif, WINA:- Euro 2008 baru berlangsung setengah jalan, tapi Presiden Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) Michel Platini tak mampu menahan diri untuk memuji turnamen empat tahunan itu. Ia menggambarkan Euro kali ini sebagai pertandingan panas yang ditandai dengan penampilan individu yang menonjol.

"Kita telah mendapat kesempatan luar biasa menyaksikan turnamen yang berkualitas dipadu dengan suasana yang luar biasa ini," kata Platini. Pemain yang memperkuat Prancis saat merebut trofi Euro 1984 itu memuji kualitas permainan yang sangat baik dengan sedikit taktik bertahan.

Menurut dia, keunggulan Euro kali ini adalah permainan tim tak didominasi oleh bakat satu orang saja. Meski demikian, tim tetap tak menghalangi pemainnya yang mampu bermain sempurna.

Pertandingan di Euro kali ini seperti jamuan bagi para penggemar sepak bola. Menurut mantan pemain Juventus itu, dua kartu merah dan sedikit kartu kuning adalah sebuah prestasi besar yang membanggakan untuk sebuah turnamen sekelas Euro.

Platini tak memungkiri bahwa sering kali ada kesalahan yang dilakukan oleh para ofisial. Meski demikian, ia menilai secara keseluruhan standar wasit telah ditetapkan dengan sangat tinggi. Hal ini mengindikasikan ketidaksukaan Platini atas bantuan alat-alat elektronik pendukung wasit dalam memutuskan perkara.

"Para wasit mengambil keputusan dengan cepat dan penuh energi," katanya. Satu atau dua kesalahan kecil tak disengaja, yang hanya melibatkan perbedaan beberapa sentimeter, menurut dia tidak merusak pesta sepak bola Benua Eropa itu.

"Semua manusia melakukan kesalahan, dan itu wajar saja selama masih menjunjung tinggi peraturan yang berlaku di dunia sepak bola," katanya memberi alasan.

Platini juga memuji suporter yang berada di dalam dan luar stadion. Ia terharu melihat beraneka suporter di seluruh penjuru Swiss dan Austria, yang mendukung tim masing-masing, bergandeng tangan dan mendiskusikan sepak bola. AP | AFP | FAMEGA SYAVIRA

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X