Infografis
Ruud Hadiri Pesta Olimpiade
TEMPO Interaktif, Sydney:Perdana Menteri Australia Kevin Michael Rudd, Kamis (19/6), menyatakan kesediaannya untuk menghadiri acara pembukaan Olimpiade 2008 di Beijing pada 8 Agustus mendatang. "Saya akan ke sana dan tinggal selama tiga hari," katanya dalam jumpa pers usai melepas atlet Olimpiade Australia di Institut Sport Australia.
Rudd, bekas diplomat di Beijing yang menguasai bahasa Mandarin ini, mengaku mendapat undangan langsung dari Presiden Cina Hu Jintao. Tahun lalu keduanya bertemu di Konferensi Asia-Pasifik di Sydney. Cuma saat itu Rudd belum bisa memastikan kehadirannya.
"Saya perlu mengatur jadwal dan kami berhasil dan saya akan datang," kata Rudd. Pernyataan Rudd terang mengundang reaksi. Maklumlah kesediaan itu disampaikan Rudd ditengah seruan aktivis hak asasi manusia untuk memboikot acara pembukaan pesta olah raga terbesar di dunia itu terkait gejolak di Tibet.
"Keputusan Perdana Menteri untuk datang akan disalahartikan oleh pemerintah Cina," kata juru bicara Dewan Australia Tibet Paul Bourke. "Semestinya dia menunggu sampai Cina dan Tibet selesai berunding." Sebab, kata Bourke, tindakan itu akan menekan Beijing untuk bersedia berunding secara resmi dengan Tibet.
Adapun lembaga independen pemantau hak asasi manusia Amnesty International kemarin mengungkapkan ada sekitar seribu warga Tibet yang ditahan aparat keamanan Cina selama aksi protes menentang pemerintah Cina di Lhasa. "Mereka dipukuli dan tak diberi makan," demikian Amnesty International dalam laporannya.
Menurut Direktur Amnesty International Asia Pasifik Sam Zairifi laporan itu menunjukkan potret buram tindakan sewenang-wenang pemerintah Cina terhadap tahanan. Lembaga itu juga menuntut akses bagi pemantau internasional ke Tibet.
| AP | AFP | BBC | ANDREE PRIYANTO