Perdana Menteri Thailand Terancam
TEMPO Interaktif, BANGKOK:Perdana Menteri Thailand Samak Sundaravej mendapat serangan bertubi-tubi dari lawan-lawan politiknya di jalanan dan di parlemen. Gelombang protes yang dilancarkan masa pendukung Aliansi Rakyat untuk Demokrasi sejak empat pekan lalu, Kamis (19/6), mendapat dukungan dari Partai Demokrat dan serikat buruh.
Partai Demokrat mengeluarkan mosi tidak percaya terhadap Samak. Adapun serikat buruh paling berpengaruh di Thailand mulai mendukung kelompok Aliansi. Serikat Tani dan Serikat Pengemudi Truk turun ke jalan memprotes lonjakan harga bahan bakar minyak dan kenaikan harga makanan.
"Stabilitas pemerintahan dan usia pemerintahan Samak terancam," kata pengamat politik dari Universitas Chulalongkorn, Thitinan Pongsudhirak kepada AFP. Kendati begitu Samak mengatakan tidak membutuhkan militer untuk mengakhiri aksi-aksi unjuk rasa di jalanan yang berikrar akan menggulingkan pemerintahannya.
"Situasi sekarang tak begitu serius bagi kami. Biarkan polisi menjaga situasi," kata Samak pada pertemuan keamanan tingkat pejabat tinggi, seperti dilaporkan AFP. Pihak kepolisian menyatakan telah menempatkan 3.600 personilnya guna melindungi Gedung Pemerintah.
Aliansi Rakyat telah memblokir satu jalan penting di distrik bersejarah Bangkok sejak 25 Mei. Aliansi Rakyat mengatakan mereka akan mengumpulkan ribuan orang dan bergerak ke Gedung Pemerintah pada Jumat (20/6). Samak menuding Aliansi menimbulkan kehancuran ekonomi yang serius bagi negara.
Tapi,"Saya berjanji tidak akan memberlakukan keadaan darurat tanpa berkonsultasi dengan para panglima militer," katanya. Dia juga mempertanyakan mengapa Aliansi ngotot ingin menggulingkan pemerintah yang berusia empat bulan. "Padahal partai saya meraih kemenangan dalam pemilu yang bebas dan jujur," katanya.
Samak, Kamis (19/6), memimpin pertemuan Komando Keamanan Dalam Negeri. Rapat itu dihadiri Menteri Dalam Negeri Chalerm Yoobumrung dan Panglima Militer Jendral Anupong Paojinda. Sebaliknya para pemimpin Aliansi mengatakan tidak akan menyetop aksi ujuk rasa sampai Samak mundur.
| AFP | BBC | ANDREE PRIYANTO
Komentar (0)
Berita Terkait
Foto Terbaru
Top Stories
Berita Utama Dunia
- Ditaruh di Ban, Penyelundupan Kaki Beruang Gagal
- Hassan Rouhani Akan Bawa Iran Lebih 'Bersahabat'
- Warga AS-Kuba Bakal Bisa Saling Berkirim Surat
- Ternyata NSA Juga Mata-matai Dmitry Medvedev
- Anwar Ibrahim Pastikan Gelar Demo Besar
- Kunjungi Afrika, Obama Berbekal 3 Truk Kaca Khusus
- Hasil Sementara Pemilu Iran, Kubu Moderat Menang


