Mengatur Tim dari Dapur


TEMPO Interaktif, : "Saya siap. Tapi, seperti yang lain, saya juga grogi. Ini turnamen besar pertama saya. Sejujurnya saya sangat-sangat kagok, tapi sejauh ini semuanya berjalan baik-baik saja. Saya menjalani kejuaraan dengan penuh keyakinan."

Bila didengar sepintas, kalimat itu sepertinya keluar dari mulut seorang pemain debutan yang akan menjalani sebuah kejuaraan besar. Benar, yang mengucapkannya memang seorang debutan, baru pertama kali mengikuti kejuaraan besar, Euro 2008. Tapi dia bukan pemain, melainkan juru masak tim nasional Jerman, Holger Stromberg.

Pria berusia awal 40-an ini mulai menjadi anggota "skuad" Der Panzer sekitar setahun tahun lalu. Perlu pertimbangan matang bagi pihak manajemen sebelum memutuskan mempekerjakan Stromberg. Sebab, koki sama pentingnya dengan jabatan lain di sebuah kesebelasan, bahkan dengan pelatih sekalipun.

"Menyenangkan pemain di meja makan dengan masakan yang bergizi akan membuat permainan mereka lebih baik," kata manajer tim Jerman, Oliver Bierhoff. "Masakan Holger membantu para pemain Jerman bermain lebih bagus."

Ingat kisah pelatih Juande Ramos saat pertama kali menangani Tottenham Hotspur di Liga Inggris semusim lalu? Dibantu ahli gizinya, pelatih asal Spanyol itu menemukan banyak sekali kekeliruan yang dilakukan juru masak Tottenham. "Terlalu banyak cokelat dan makanan berlemak."

Ramos akhirnya melakukan revolusi di meja makan. Mantan pelatih Sevilla ini meminta juru masaknya untuk tidak lagi memasak terlalu banyak makanan berlemak. Hasilnya, berat badan para pemain Tottenham turun dan permainan mereka kian disegani.

Cerita terbaru soal pentingnya juru masak terjadi di Chelsea. Pihak manajemen memecat koki yang sudah satu dasawarsa bekerja untuk mereka, chef Nick Perruccio. Alasannya, kualitas saus pasta yang dia hidangkan berstandar buruk.

Perruccio dipecat pada akhir pekan lalu. Para pemain belum mengetahui berita itu karena tengah musim libur. Pengurus sudah memperhitungkan waktu pemecatan. Pasalnya, bila dilakukan ketika musim bermain, para pemain bisa marah. Mereka telanjur akrab dengan masakan Perruccio, terutama John Terry, kapten Chelsea.

Entah apakah pemecatan Perruccio ada hubungannya dengan kehadiran pelatih baru atau tidak. Luiz Felipe Scolari, pelatih tim nasional Portugal, akan segera melatih Chelsea begitu Euro 2008 berakhir. Pelatih asal Brasil ini dikenal sangat fanatik terhadap orang-orang kepercayaannya, dari asisten pelatih sampai juru masak.

Perruccio lahir di Roma dari pasangan orang tua Inggris-Italia. Secara alamiah, dia seorang pendukung tim-tim asal Italia. Gianluca Viali, mantan pelatih Chelsea, memboyongnya sekitar satu dasawarsa lalu. Sejak itu Perruccio harus "membela" sebuah klub Inggris.

Dalam soal ini, tim nasional Rumania paling aneh. Urusan dapur mereka serahkan kepada seorang Turki, namanya Yalan Kadir. Chef yang satu ini sudah sekitar 10 tahun menjadi juru masak tim nasional Rumania. Kadir tak pernah mau mengungkapkan sebenarnya tim mana favoritnya: Turki atau Rumania.

Yang jelas, untuk urusan lidah, masakan Kadir sangat memuaskan. "Saya menyukai semua masakan yang dia buat," kata Dan Bragoanu, salah satu anggota staf ofisial Portugal. "Racikannya selalu enak dan dia paham memasak makanan berkadar lemah rendah tapi penuh gizi."

"Saya memasak lima-enam sup berkuah yang masam setiap hari dan satu sup krim," kata Kadir. "Saya membawa keju dan air mineral dari Rumania, sisanya saya mengandalkan bahan lokal."

Rumania punya kedekatan kultur dengan Turki. Wilayah selatan dan timur negeri itu pernah lama dijajah oleh Kerajaan Ottoman, Turki, sebelum melepaskan diri pada 1877. Karena itu, masakan Turki bukan hal yang aneh bagi lidah orang Rumania.

Terlalu lamanya Kadir mengawal tim Rumania sampai-sampai para staf ofisial tim itu tak ingat lagi asal-muasal perekrutan Kadir. "Saya tak ingat benar," kata Bragoanu.

Adapun soal Stromberg, "penemunya" adalah Bierhoff. Setahun lalu, mantan penyerang andal ini berkunjung ke restoran Stromberg, G-Munich. "Seperti biasa, saya biarkan saja. Saya tak mau mengganggu orang terkenal yang berkunjung ke restoran saya," kata Stromberg.

Setelah mencicipi makanan G-Munich, Bierhoff mencari sang pemilik. Bertanya ini-itu, Bierhoff tertarik. "Saya katakan, bila Anda membutuhkan racikan makanan yang benar, bertanyalah kepada saya," kata Stromberg, berkisah. "Istri Bierhoff (Klara) langsung nyeletuk, 'Dia orang yang kita cari untuk tim nasional.'"

Beberapa pekan kemudian Stromberg mendapat telepon dari Bierhoff. Setelah mengadakan pertemuan beberapa kali, DFB (PSSI-nya Jerman) memutuskan mempekerjakan Stromberg.

Sejak itu, Stromberg mengikuti ke mana pun tim Jerman berlatih, di pemusatan latihan di Mallorca, Spanyol, juga ke Swiss. "Yang paling berat adalah saya harus meninggalkan seratusan pekerja di restoran saya. Mereka kadang bingung karena tak ada saya." Tentu saja, mereka sekarang bergembira karena bosnya ikut menjadi orang yang mengantar Jerman ke perempat final. BILD | AFP | ANDY MARHAENDRA

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X