Kazim Kazim, Wakil Inggris di Euro 2008


TEMPO Interaktif, BASEL:-- Inggris memang tak ikut serta pada Euro 2008 ini. Tapi ada satu pemain kelahiran negara itu yang turut mengantar Turki lolos ke perempat final. Dialah Kazim Kazim, pemain sayap di tim Ay-Yildizlilar (Bulan Bintang) itu.

Media massa Inggris pun memberi perhatian lebih kepada pemain ini. "Perjalanan Luar Biasa bagi Kazim," begitu The Peninsula menulis setelah Turki menyingkirkan Republik Cek. Adapun situs BBC menggunakan judul "Colin Kazim-Richards Menikmati Kehidupan Bersama Skuad Turki".

BBC menyebutnya Colin Kazim-Richards. Sebab, memang itulah nama yang dia pakai saat terlahir di Walthamstow, London, 21 tahun lalu. Juga saat dia merintis karier di klub Inggris, seperti Bury, Brighton & Hove Albion, dan Sheffield United.

Sejak Juni 2007, Kazim pindah ke klub Turki, Fenerbahce. Meski lebih sering jadi cadangan, dia mampu mengukir nama dengan mencetak gol ke gawang Chelsea dalam laga pertama perempat final Liga Champions pada 2 April 2008.

Karena beribu seorang Turki, Kazim pun berhak tampil untuk Inggris ataupun Turki. Tapi akhirnya negara leluhurnya yang jadi tambatan hatinya. Pada 24 Maret tahun lalu, Kazim melakukan debut di tim Turki U-21. Pelatih tim senior, Fatih Terim, lantas memanggilnya saat melawan Brasil pada 5 Juni 2007.

Kini dia sudah tampil tujuh kali bersama Turki. Di Piala Eropa ini dia kerap ditempatkan sebagai pemain cadangan untuk posisi sayap kanan. Meski tak mencetak gol, peran pemain ini cukup besar saat Turki mengalahkan Cek 3-2. Tak mengherankan, banyak suporter yang mengelu-elukannya seusai laga itu.

Kazim mengakui perjalanannya bersama tim Turki memang terasa luar biasa. Dia tak tahu bagaimana pihak Turki bisa mengendusnya, tapi sejumlah utusan negara itu mengajak bertemu dan menawari bermain untuk tim U-21 dan langsung dia terima. "Saat itu saya mendapat paspor Turki dalam waktu sejam, yang terasa aneh karena ibu saya justru sama sekali tak memilikinya," katanya.

Setelah bermain untuk Turki, Kazim mengaku masih mendapat dukungan dari kenalannya di Inggris. "Saya akan senang bila bisa bermain melawan Inggris. Sayang, saat ini Inggris tak lolos. Bila pertemuan itu terjadi, saya ingin Inggris bermain bagus. Tapi, sebagai orang Turki, saya ingin Turki yang menang," katanya sambil tersenyum.

Dia belum sepenuhnya bisa berbahasa Turki. "Di Fenerbahce, saya dibantu empat penerjemah. Tapi, di tim nasional, saya dipaksa memakai bahasa Turki," katanya.

Kini konsentrasinya akan terfokus untuk membantu Turki menghadapi Kroasia di babak perempat final. Setelah Euro selesai, baru dia akan berpikir untuk urusan klub. Maklum, dia kini berkeinginan kembali bermain di Inggris. "Liga di Turki tidaklah sekuat di Inggris atau Spanyol," katanya. Kabar terbaru, klub debutan Liga Primer, Hull City, kini telah menawar pemain ini dari Fenerbahce seharga 2 juta pound sterling (Rp 35,7 miliar). NURDIN | Berbagai Sumber

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X