Inilah Rahasia Sukses Belanda


TEMPO Interaktif, WINA: -- Penampilan sempurna Belanda di babak penyisihan Euro 2008 membuat tim itu terus jadi bahan sorotan. Wartawan Belanda banyak yang terheran-heran karenanya mengingat di babak kualifikasi lalu tim asuhan Marco van Basten ini tidaklah sesempurna itu.

Pada laga kualifikasi, Belanda memang sempat ditahan Bulgaria 1-1 dan dikalahkan Rumania (0-0 dan 1-0). Jadi apa rahasia yang membuat Van Basten mampu memberi perubahan begitu mencolok?

Sebuah kolom dalam The Guardian mengungkapkan hal menarik. Salah satu faktor yang mungkin berperan adalah karena Van Basten akan lengser seusai Euro ini untuk menangani Ajax. Dengan demikian, dia kini lebih santai dalam mengemban tugas, tak lagi khawatir soal kritik yang mungkin datang. Dia juga bisa leluasa bereksperimen untuk membumikan berbagai gagasannya.

Robin van Persie justru sangat tersentuh karena eksperimen itu. Dia tetap disertakan meski masih cedera. Dia juga diturunkan jadi pengganti saat Belanda menghadapi Prancis. "Saat itu kami tengah tertekan untuk mempertahankan keunggulan. Saya tak yakin akan ada pelatih di dunia yang mau memasang pemain seperti saya dalam kondisi itu," kata penyerang Arsenal ini.

Faktor lain yang jadi kunci keberhasilan itu: kedekatan Van Basten dengan pemain. Pelatih berusia 43 tahun itu sangat disukai pemainnya. Dia juga menerapkan pendekatan yang menyenangkan dalam penegakan disiplin.

Bila ada pemain yang datang telat untuk latihan atau makan malam, dia akan dihukum untuk menceritakan lelucon di depan rekan setimnya. Bila ceritanya tak lucu, dia harus mencari cerita lain. Hukuman akan terus dijalankan hingga semua pemain tertawa karena leluconnya. Pendekatan seperti ini dianggap membantu untuk kian merekatkan hubungan sesama pemain.

Van Basten juga tak segan mendiskusikan rencananya dalam melatih dengan pemain. Keputusannya untuk mengubah formasi 4-3-3 dan 4-4-2 menjadi 4-2-3-1 didiskusikan secara saksama dengan sejumlah pemain senior, termasuk Edwin van der Sar dan Ruud van Nistelrooy, pada tahun lalu.

Nistelrooy mengakui itu. "Dia terus menekankan bahwa kami memiliki teknik dan kemampuan untuk mengalahkan siapa saja. Dan dia sangat yakin akan kemanjuran formasinya," katanya. Nistelrooy mengaku terpengaruh, tapi tetap merasa terkejut melihat betapa segala rencana sang pelatih itu kemudian berjalan sempurna di Euro 2008 ini.

Van Basten mengaku senang permainan timnya mendapat pujian begitu luas. "Karena hal itu akan memberi kami rasa percaya diri. Dan bekal percaya diri itu akan jadi modal berharga dalam sepak bola," katanya.

Belanda memang butuh rasa percaya diri itu saat melawan Rusia di babak perempat final pada Ahad dinihari nanti. Laga ini akan jadi sangat menantang karena Rusia justru dilatih Guus Hiddink, yang pernah menangani Belanda. Bila ada orang yang cukup tahu rahasia-rahasia tersembunyi tim Belanda, Hiddinklah orangnya.

Hiddink pun menyebut laga itu sebagai kencan spesial untuknya. "Saya kenal para pemain (Belanda) dengan baik, saya kenal pelatih dan stafnya. Kami saat ini mampu memainkan sepak bola indah seperti mereka. Jadi pertandingan itu akan jadi sangat spektakuler," katanya. NURDIN | BErbagai sumber

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X