Pembuktian Si Perancang Busana
Topik
TEMPO Interaktif, : Ribuan penonton di Stadion Tivoli, Innsbruck, Austria, kemarin tak henti meneriakkan kata "Ar-sha-vin!". Mereka tidak sedang menyanyikan sebuah himne, melainkan menyebut nama Andrei Arshavin.
Malam itu Arshavin menjadi bintang. Pemain berusia 27 tahun itu mencetak satu gol ketika Rusia menyingkirkan Swedia 2-0 untuk melaju ke perempat final. Gol indah itu menandai kembalinya Arshavin setelah absen dalam dua pertandingan sebelumnya melawan Spanyol dan Yunani.
Arshavin dihukum dua kali tak boleh main karena mendapat kartu merah dalam pertandingan terakhir babak kualifikasi melawan Andorra.
"Ini pertandingan hebat dan kami bermain bagus. Kami bertambah baik," ujar Arshavin seusai pertandingan.
Ia membayar kepercayaan pelatih Guus Hiddink dengan bermain cantik dan menjaringkan gol. "Semua terbayar lunas oleh Arshavin di lapangan," ujar Hiddink.
Hiddink pun tak kuasa menahan pujian. "Arshavin adalah pemain yang dapat memutuskan dengan sangat cepat kapan dia menjadi pemain berbahaya. Dia bisa bergerak ke kanan dan kiri. Dia pemain pintar," ujar Hiddink tentang penampilan Arshavin malam itu.
Arshavin memang pemain langka. Ia terkenal pintar, tak hanya di dalam lapangan, tapi juga di sekolah. Ia sukses meraih gelar diploma dalam bidang desain busana. Ia membuat tesis yang tak jauh dari kariernya, yakni tentang perkembangan proses pembuatan pakaian olahraga.
Arshavin telah menendang si kulit bundar sejak berusia 7 tahun. Ia bergabung dengan sekolah sepak bola Smena di kota kelahirannya, St. Petersburg, yang saat itu masih bernama Leningrad dan masuk wilayah Uni Soviet.
Pada usia 18 tahun, ia bergabung dengan klub divisi II, Zenit-2. Ia tak butuh waktu lama untuk menembus tim senior Zenit. Awalnya ia bermain di berbagai posisi, dimulai dari gelandang kanan, kemudian gelandang serang, dan akhirnya menjadi second striker. Belakangan ia dikenal sebagai pengatur serangan yang tangguh.
Sejak bermain di tim utama, kariernya terus melesat. Ia pemain yang punya visi dan kendali permainan serta pelari cepat. Berbekal bakat dan kemampuannya itu, ia membawa Zenit menjuarai Piala UEFA musim lalu.
Ia telah menjaringkan 11 gol dalam 25 penampilannya bersama Zenit di Piala UEFA. Itu pula yang membuat ia menonjol di antara kawan-kawannya. Tak mengherankan bila sejumlah klub besar Eropa kepincut kepadanya.
Zenit harus siap kehilangan pemain cerdas ini. Penawaran datang dari tiga klub besar Eropa. "Kami sedang bernegosiasi. Andrei ingin meninggalkan Zenit dan bermain di luar negeri. Semuanya akan tuntas dalam pekan ini," ujar agen Arshavin, Pavel Andreev.
Klub Liga Primer Inggris, Newcastle United, dikabarkan sudah menawari 11 juta pound sterling atau sekitar Rp 198 miliar. Pelatih Newcastle, Kevin Keegan, sangat berharap Arshavin bisa bergabung secepatnya. Pemandu bakat Newcastle, Dennis Wise, telah bertemu dengan agen Arshavin untuk membicarakan kemungkinan transfer itu.
Manchester City juga tertarik membeli Arshavin jika gagal memboyong Ronaldinho dari Barcelona. Adapun Everton kepincut pada penampilan Arshavin di Piala UEFA, terutama saat bermain di Goodison Park--kandang Everton. David Moyes, Manajer Everton, kabarnya sudah menyiapkan 12 juta pound sterling atau sekitar Rp 216 miliar.
Dua klub Inggris, Tottenham Hotspur dan Arsenal, serta klub Prancis, Marseille, juga tertarik. Namun, jika sampai 20 Juni ini urusan transfernya belum jelas, Arshavin bersedia memperpanjang kontraknya dengan Zenit.
Pendukung Rusia sempat marah ketika Arshavin mendapat kartu merah dalam pertandingan melawan Andorra itu. Mereka mencacinya. Sebab, absennya Arshavin berarti bencana. Itu terbukti saat Rusia tampil buruk ketika dihajar Spanyol 1-4 sebelum akhirnya menang tipis 1-0 atas Yunani di penyisihan grup.
Namun, mendengar teriakan yang membahana di Stadion Pivoli malam itu, sepertinya mereka sudah memaafkan Arshavin. BERBAGAI SUMBER | SAPTO YUNUS
BIODATA
Nama: Andrei Sergeyevich Arshavin
Tempat dan tanggal lahir: St. Petersburg, 29 Mei 1981
Tinggi/berat: 172 cm/62 kg
Klub: Zenit St. Petersburg
Nomor: 10
PRESTASI
2006: Pemain Terbaik Rusia
2007: Juara Liga Rusia (Zenit St. Petersburg)
2008: Juara Piala Super Rusia (Zenit St. Petersburg)
2008: Juara Piala UEFA (Zenit St. Petersburg)
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Lepas Empat Istrinya, Eyang Subur Tak Perlu Cerai
- Muslim Myanmar Hanya Boleh Punya 2 Anak
- Djokovic Bisa Jegal Nadal di Semifinal
- Saksi Penyerangan Cebongan Tak Mau Beri Keterangan
- MI5 Dituding Coba Rekrut Tersangka Kasus Woolwich
- Bupati Aceh Utara Dianggap Berpikiran Sempit
- FOTO: Pamer Aksi Bintang Dunia di Singapura












